GUNUNGKIDUL – Tim SAR (search and rescue) Gunungkidul mengimbau wisatawan waspada ketika berlibur di Pantai Selatan. Cuaca yang tidak dapat diprediksi, cuaca ekstrem, mengancam keselamatan wisatawan.

Sekretaris Korwil II SAR Pantai Baron Surisdiyanto mengatakan, banyak kasus pelancong terseret ombak karena mengabaikan imbauan petugas. Mereka lupa dan asik mandi di pantai kemudian digulung ombak.

“Karena itu jangan nekat berenang, sangat berbahaya,” kata Surisdiyanto kemarin (25/3).

Agar imbauan tersebut efektif, pihaknya mengerahkan seluruh personel SAR sebanyak 55 orang untuk menjaga 16 pantai yang menjadi tugasnya. Sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) petugas diminta bekerja secara profesional.

“Dari sisi kecukupan peralatan pengamanan sampai sekarang memang kurang. Namun kami akan optimalkan,” ujar Surisdiyanto.

Belum lama ini tiga orang wisatawan nyaris meregang nyawa akibat tenggelam saat asik berenang di pantai. Beruntung warga dibantu tim SAR berhasil menyelamatkan ketiga wisatawan tersebut. “Sudah cukup banyak korban, jangan sampai menjadi korban berikutnya,” kata Surisdiyanto.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbubpar) Gunungkidul mulai berkemas menyambut long weekend. Libur panjang selama tiga hari ditargetkan ada kunjungan sebanyak 50 ribu wisatawan.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, sekarang peningkatan volume kendaraan sudah terlihat. Karena itu dia menambah personel untuk penjaga retribusi maupun petugas kebersihan.

“Kami juga berkoordinasi dengan instansi lain untuk pengamanan objek wisata,” kata Hary Sukmono.

Iklim positif sektor wisata di wilayahnya dalam beberapa tahun terakhir, membuatnya yakin target pendapatan tahun ini sebesar Rp 22 miliar dapat tercapai. Potensi kebocoran retribusi juga akan ditekan. (gun/iwa/ong)

Gunungkidul