GUNAWAN/RADAR JOGJA
KELONGGARAN: Aktifitas PKL di kawasan pintu masuk RSUD Wonosari yang akan digusur Pemkab Gunungkidul (11/3).
GUNUNGKIDUL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari berencana akan memperluas bangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Belum lagi rencana tersebut direalisasikan, pedagang kaki lima (PKL) yang terancam tergusur, resah.

Salah seorang PKL, Tini mengaku sudah mendengar rencana penggusuran tersebut. Dia pasrah dan siap pindah. Namun Tini cemas, karena belum ada infomasi lebih lanjut dari pihak terkait.

“Saya ikhlas digusur, tapi kapan itu akan dilakukan. Kalau tiba-tiba disuruh pindah tentu kami kerepotan,” kata Tini (11/3).

Hal senada disampaikan PKL lain, Anik Sumini. Dia belum mendapat informasi mengenai rencana penggusuran. Namun, jika memang akan digusur untuk pembangunan gedung IGD, dia siap mengikuti kebijakan pemerintah.

“Direlokasi saya tidak masalah. Tapi kalau bisa, kami diberi lokasi baru. Kami pedagang kecil, kalau bisa jangan digusur begitu saja,” harap Anik.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari, Aris Suryanto membenarkan rencana penggusuran PKL di pintu masuk RSUD tersebut. Permintaan relokasi sudah disampaikan kepada Pemkab Gunungkidul sejak Januari.

“Namun belum ada kepastian kapan akan dilakukan penggusuran. Rencananya, awal April 2016 akan dilakukan lelang dilanjutkan pembangunan,” kata Aris.

Dia menjelaskan, keberadaan PKL di sisi utara jalan perlu direlokasi karena nanti akan menjadi pintu masuk kendaraan proyek. Jika PKL tidak direlokasi, dikhawatirkan mengganggu kelancaran arus kendaraan proyek. “Satu-satunya akses jalan proyek ya dengan membongkar kios PKL itu,” ujarnya.

Mengenai nasib pedagang, dia belum bisa memberikan keputusan. Pemerintah belum memiliki alternatif lokasi untuk relokasi PKL.

“Kalau ditempatkan jauh dari RSUD juga belum tentu mau. Kami belum memiliki alternatif, sebab rumah sakit juga tidak memiliki lahan. Untuk parkir saja kami kekurangan lahan,” katanya. (gun/iwa/ong)

Gunungkidul