GUNUNGKIDUL – Zona merah kawasan utara Gunungkidul kembali diterjang longsor. Tebing setinggi 20 meter di Tamansari, Watugajah, Gedangsari, runtuh dan memutus jalan penghubung antar kampung. Longsor ini terjadi setelah wilayah tersebut digyur hujan selama tiga jalm lebih.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa Watugajah, Hartono mengatakan, kejadian itu kemarin (10/3). Sejak Rabu malam hujan deras. Kamis pagi, bukit longsor dan batu bersama tanahnya menimbun jalan. “Sehingga menyebabkan akses jalan tertutup total,” kata Hartono kemarin (10/3).

Kejadian tersebut tidak sampai menelan korban jiwa. Sebelum warga gotorng-royong menyingkirkan material longsoran, jalan penghubung dua kampung sempat terputus. Material longsoran berupa bongkahan batu dan tanah tersebut berhasil disingkirkan sedikit demi sedikit. “Beruntung, Desa Watugajah ini sudah ditetapkan menjadi desa tangguh bencana oleh BPBD (badan penanggulangan bencana daerah). Tanpa banyak perintah masyarakat langsung berusaha mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Namun, karena material longsoran cukup banyak, akses jalan belum sepenuhnya dapat dibuka kembali. Untuk sementara baru bisa dilalui sepeda motor. Kerja bakti akan terus dilaksanakan, hingga jalan benar-benar pulih seperti semula. “Kerja bakti dibutuhkan waktu sekitar sepekan. Kerja bakti kami gilir setiap RT,” ujarnya.

Kasi Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono ketika dikonfirmasi mengaku sudah memberikan bantuan logistik makanan kepada warga untuk konsumsi setiap hari selama proses kerja bakti.

Sebelumnya, Minggu (6/3) bukit Mongkrong di Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari juga longsor. Material longsoran sempat menutup akses jalan penghubung dua wilayah. Longsoran bukit setinggi 20 meter tersebut sempat memutus akses jalan penghubung Padukuhan Mongkrong dengan Sengonkerep. (gun/din/ong)

Gunungkidul