TABITHA bersyukur, talenta yang diberikan Tuhan bisa dimanfaatkan untuk membantu sesama. Lewat seni membaca kartu tarot, perempuan yang akrab disapa Bitha ini mendapati kenyamanan. Bisa membantu orang lain lewat pendekatan psikologis dan secara spiritual pun merasa nyaman. “Dengan tarot juga bisa menyalurkan energi, karena sebelumnya aku tidak tahu bagaimana menyalurkan talenta (six sense) ini. Setelah aku belajar dan ternyata mendapatkan kenyamanan di situ,” ujarnya disela-sela waktu praktik konselingnya di Kedai Kopi, Condong Catur, Jumat (29/8).Sebelum akhirnya terjun menjalaninya sebagai profesi, Bitha banyak belajar dari buku, youtube dan mengikuti workshop. Setelah yakin dirinya menguasai, barulah dia praktik. Menjalani profesi sebagai tarot reader juga tidak semulus menjalani profesi konvensional lainnya. Enam tahun lalu saat dirinya memulai kiprah, imej tarot saat itu masih dikonotasikan negatif.
“Orang masih menganggap tarot itu kartu ramalan yang cenderung musrik, belum ada penerimaan penuh saat itu. Tapi ini kan seni membaca kartu tarot, sama dengan seni membaca tulisan dan membaca aura,” ujar perempuan kelahiran Jogjakarta, 8 Juni ini.Seiring berjalannya waktu, anggapan itupun sedikit demi sedikit bergeser. Di berbagai acara, mulai dari kafe, mal, pasar seni hingga gathering besar tarot mudah ditemui. Bahkan tiga tahun terakhir, sudah semakin banyak petarot yang muncul. Terlebih diiringi dengan adanya komunitas tarot.Tentu saja hal-hal baru dan menarik kerap ditemui. Saat membuka praktik di pasar seni misalnya, dirinya heran mendapati orang menganggapnya sebagai dukun. “Orang yang datang kan beragam, ya pernah beberapa kali dikira dukun. Lah wong saya baca kartu,” ujarnya tersenyum.
Kenyamanannya menjalani tarot reader sebagai profesi seperti pepatah Jawa memayu hayuning bawana. Dirinya bahagia ketika mendapati mata seseorang berkilau dan bercahaya seusai bertemu dengannya. “Kalau klien balik lagi, aku merasa gagal. Tapi kalau balik lagi dengan cerita dan perkembangan baru itu baru sebuah keberhasilan buatku,” ujarnya yang juga ingin ikut memperjuangkan hak-hak perempuan dengan mengangkat tangan bersama.Soal penghasilan, pemilik akun @TarotArcanum_ inipun bersyukur apa yang didapat sekarang sudah mencukupinya. Apalagi, dirinya juga tetap bisa menjalankan waktu dan hari sebagai ibu dan istri. Jadi, kebahagiaannya merawat sang buah hati tidak terlewatkan. “Aku nggak tahu sampai kapan dan akan berhenti, karena belajar tidak ada hentinya. Demikian halnya saat membuka kartu, aku selalu mendapat pelajaran baru,” ujar Bitha. (dya/ila)

For Her