RADAR JOGJA – Seniman senior Marwoto menuturkan usia bukanlah hambatan dalam berkarya. Selain itu meski usia terus bertambah, seniman juga harus memperbarui diri. Salah satunya dengan memanfaatkan kemudahan teknologi digital.

Dia menilai tak ada batasan usia bagi seniman untuk berkarya. Termasuk untuk akrab dengan aplikasi kekinian. Marwoto mencontohkan dengan adanya YouTube.

“Apa yang bisa kita serap, itu kita belajar. Paling penting pada dalam suatu situasi pandemi lalu usia senior ini tidak boleh berhenti. Melatih apa yang di YouTube bias kita pelajari ya kita jangkau,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis (18/11).

Baginya seniman tak harus selamanyab berkutat dengan cara yang tradisional. Melek teknologi, merupakan cara bertahan saat ini. Tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga dalam melestarikan kesenian tradisi.

Apabila bertahan dengan cara lawas, tak menutup kemungkinan akan tergilas. Terlebih perkembangan dunia seni saat ini sangatlah cepat. Apabila tak mampu bertahan, maka kearifan lokal yang dimiliki juga bisa hilang.

“Seniman melek teknologi itu upaya melestarikan. Jaman itu spiral muter tapi keatas, kalau tak kuat bisa ketinggalan. Semampunyanya, dibelakang yang muda, tertatih-tatih, tetap usahan,” pesannya.

Untuk urusan media sosial, Marwoto memasrahkan kepada anaknya. Seluruh akun miliknya dikelola oleh sang anak. Marwoto mengakui tidak bisa cekatan saat bermain media sosial.

“Ada akun tapi tidak boleh bawa, yang bawa anak, seperti YouTube lalu Instagram. Nanti kalau ada informasi diberitahu anak saya, ini gini, ada kritik. Jadi lebih santai mencerna daripada pegang langsung,” ujarnya. (dwi)

Entertainment