RADAR JOGJA – Pernikahan adalah salah satu anugerah terindah di hidup seorang Anang Batas. Inipula yang menjadi ide lahirnya sebuah single berjudul Half of My Life. Lagu inipula yang menjadi kado ultah pernikahannya yang ketiga.

Terciptanya lagu ini tentu memiliki cerita yang panjang. Mengisahkan perjalanan hidup Anang Batas bersama istrinya. Semua kisah bahagia dalam emngarungi bahtera rumah tangga tertuang dalam setiap liriknya.

“Half of My Life ini mengandung filosofi bahwa sepasang suami istri merupakan setengah dari perjalanan hidup,” jelasnya.

Tak sendiri, untuk meracik lirik dan nada, Anang turut melibatkan Pram Jasmine. Konsepnya unik, spontanitas saat berada di ruang tamu musisi Encik Sri Krishna. Bukan hanya membuat, lagu tersebut juga direkam di tempat yang sama.

Untuk memnghadirkan kesan romantis, musik dikemas dengan aransemen akustik. Untuk urusan lirik, Anang Batas mengemas dalam tiga bahasa sekaligus. Selain Bahasa Inggris adapula Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia.

“Bahasa Inggris dibagian awal dibawakan dengan logat bahasa Jawa yang kental. Pada brigde dituangkan dalam bahasa Indonesia dan pada refrain barulah lagu ini ditampilkan penuh menggunakan bahasa Jawa,” katanya.

Proses penuangan ide kreatif ini sangatlah singkat. Dari lirik, iringan musik hingga aransemen memakan waktu 1,5 jam. Sementara untuk editing, Anang Batas mempasrahkan kepada Pram Jasmine.

Karya tak berhenti sampai pada rekaman. Tak berselang lama, Anang Batas langsung mengemasnya dalam sebuah video klip. Lokasinya di rumahnya sendiri, Batu Kecil Homestay.

“Propertinya Honda 70 atau biasa dikenal dengan motor pitung. KEsannya biar seperti pacaran pada jaman dulu. Video klip sudah jadi dan sudah diunggah di kanal YouTube saya,  Minggu (31/10) bertepatan dengan ulang tahun pernikahan yang ketiga,” ujarnya. (co1/dwi)

Entertainment