RADAR JOGJA – Agus Basuki memandang sosok Gunawan Maryanto sebagai orang yang berdedikasi tinggi terhadap teater. Bakat panggungnya sudah terlihat sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Bahkan saat masih kelas 5, dia sudah menjadi sutradara pertunjukan teater di Padukuhan Karangmalang.

Agus ingat betul saudara sepupunya ini bergabung pada Teater Lasamba. Kelompok inilah yang menjadi cikal bakal awal Gunawan terjun dalam dunia teater. Berperan sebagai sutradara dan mengarahkan adegan 0er adegan.

“Saat usia kurang lebih baru kelas 5 SD sudah pentas dari sekolah ke sekolah ketika ada perpisahan. Kadang di masjid ketika peringatan hari besar. Memang dari kecil dedikasinya itu betul-betul untuk sepenuhnya diberikan kepada kehidupan di teater,” jelasnya ditemui di rumah duka Padukuhan Karangmalang, Depok Caturtunggal Depok Sleman, Kamis (7/10).

Sosok Gunawan melambung saat memerankan tokoh Wiji Thukul. Peran inipula yang melambungkan namanya di taraf nasional. Terutama untuk event teater dan pembacaan puisi.

Pijakan ini juga membuat Gunawan merambah dunia perfilman. Sosoknya yang disiplin dan ramah membuat Gunawan cepat akrab dengan semua orang. Inipula yang membuatnya bertahan sangat lama di Teater Garasi.

“Mas Wawan ini sosok yang nuani, istilahnya menjadi orang yang dituakan dan betul-betul memberikan tauladan contoh dan banyak ilmu yang ditularkan kepada adik-adiknya. Semuanya dianggap adik bukan lagi sebagai seorang di situ senior dan junior tapi adik,” katanya.

Gunawan memiliki darah seni dari bapaknya. Sebagai orang Jawa lawas, bapak dari Gunawan sangatlah mencintai panggung tradisional. Ahli dalam bermain kendang hingga bermain ketoprak.

Pentasnya memang tak pernah hingga taraf provinsi. Namun semangat inilah yang membuat terkenal di perkampungan. Dengan pentas secara bergantian di masing-masing perkampungan.

“Bapaknya senang dengan teater tradisional seperti ketoprak. Di rumah itu juga ada beberapa instrumen alat musik tradisional kendang, mungkin turun dari situ,” katanya.(Dwi)

Entertainment