RADAR JOGJA – Dunia teater Indonesia tengah berduka. Salah satu penggawa Teater Garasi Gunawan Maryanto yang akrab Chindil meninggal dunia, Rabu malam (6/10). Berdasarkan pemeriksaan medis penyebabnya adalah serangan jantung.

Kakak sepupu Gunawan, Agus Basuki, 52, menuturkan detil peristiwa. Awalnya saudaranya tersebut sedang memimpin rapat dengan tim manajemen Teater Garasi. Hingga akhirnya kolaps dan dibawa ke RS Ludira Husada Kota Jogja.

“Sekitar jam 4 (16.00 WIB) dibawa ke RS Ludiro Husodo dalam kondisi diagnosa dari dokter kena serangan jantung. Kemudian dengan berbagai tindakan yang sudah dilakukan oleh dokter dipacu sampai akhirnya di sekitar jam 20.00 WIB almarhum tidak bisa tertolong,” jelasnya ditemui di rumah duka di Padukuhan Karangmalang, Caturtunggal Depok Sleman, Kamis (7/10).

Agus mendapatkan informasi kalau Gunawan sempat mengeluhkan sakit perut. Sesaat kemudian muntah-muntah dan sesak nafas. Hingga akhirnya kolaps dan dibawa ke RS Ludira Husada.

Pasca mendapatkan kabar, keluarga langsung menuju rumah sakit. Kabar sakitnya Gunawan diterima oleh keluarga sebelum Magrib. Hingga akhirnya bisa menemani saat berpulang sekitar 20.00 WIB.

“Mas Gunawan selama ini tidak pernah mengeluh, baik itu sakit yang mungkin bawaan tetapi kalau melihat dari riwayat saya kira dari orangtua sampai ke mas Gunawan itu tidak pernah ada sakit jantung,” katanya.

Agus menceritakan Gunawan memiliki kecintaan yang tinggi pada dunia teater. Terbukti pria yang di rumah akrab dengan nama Wawan ini lebih banyak menghabiskan waktu di Teater Garasi. Tentunya untuk berkarya dalam seni teater.

Sebelum disemayamkan di rumah duka, jenasah Gunawan terlebih dahulu menginap di Teater Garasi. Guna memberikan penghormatan terakhir kepada sang seniman. Baru pagi harinya (7/10), jenasah Gunawan dibawa ke rumah duka di Karangmalang Caturtunggal Depok Sleman.

“Kebetulan almarhum ini memang sudah cukup lama tinggal di sekitar teater garasi. Tapi teman-teman barangkali di kampung sini mengenal almarhum itu sejak kecil karena semenjak kecil di sini,” ujarnya.

Agus menceritakan Gunawan sempat kuliah di Fisipol UGM. Memasuki semester 3 juga mengambil Sastra Jawa UGM. Sayangnya kedua pilihan kuliahnya ini tak selesai hingga lulus.

“Tidak melanjutkan di dua jurusan di UGM itu dan memilih kehidupan teater itu sebagai jalan untuk meniti karirnya,” katanya. (Dwi)

Entertainment