RADAR JOGJA – Komunitas Gayam 16  dan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Jogjakarta, serta didukung oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya DIJ kembali menggelar Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) Ke-26 pada tanggal 23-26 September 2021 mendatang secara daring melalui live streaming via www.YGFlive.com. (22/9).

Program Director YGF, Ishari Sahida menuturkan, YGF Ke-26 kali ini akan menampilkan sesuatu yang berbeda, yaitu pertunjukan musik gamelan yang bersifat modern dan kontemporer. Selain itu seniman yang berpartisipasi tidak hanya dari Indonesia, melainkan juga dari India dan Prancis.

“Kami tidak hanya akan menampilkan konser karawitan tradisional namun juga modern dan kontemporer serta kolaborasi dengan musisi luar negeri,”ujar Ishari Sahida.

Ishari menjelaskan sejak 1995, YGF telah mempersembahkan kelompok gamelan dari seluruh dunia. “Sesuai dengan misinya, menggagas kehidupan seni gamelan yang dinamis, Selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan latar belakang budaya, dan saling menghargai keanekaragaman kebudayaan di dunia,”ucap Program Director YGF Ishari Sahida.

Ari Wulu, sapaan akrabnya menambahkan, gamelan sangat terbuka lebar untuk didialogkan, dibagikan, dan dikolaborasikan dengan berbagai disiplin ilmu, sehingga gamelan dapat hidup berdampingan dengan banyak hal hingga saat ini.  “Semangat kebersamaan menjadi kunci penting dalam perkembangan gamelan, sehingga pencinta gamelan dapat berkomunikasi satu sama lain,” ucapnya.

Konser gamelan yang digelar selama empat hari penyelenggaraan YGF ke-26 bukan hanya menampilkan konser karawitan tradisional, melainkan juga pertunjukan musik gamelan yang bersifat modern dan kontemporer.

Seniman yang berpartisipasi tidak hanya dari Indonesia, melainkan juga India dan Prancis. Workshop internal akan menghadirkan Arutala, sebuah perusahaan pengembang game Yogyakarta.

Workshop ini sudah diadakan beberapa kali di Komunitas Gayam 16. Workshop ini mempelajari teknik memainkan instrumen gamelan atau komposisi yang dipadukan dengan virtual reality yang berbentuk robot. Hasil dari workshop akan ditampilkan dalam penutupan konser YGF ke-26.

Sementara Rembug Budaya menawarkan diskusi tentang gamelan dan perkembangannya yang disiarkan secara hybrid atau bauran daring melalui YGFlive.com. (om4/sky)

Entertainment