RADAR JOGJA- Dua seniman muda Jogjakarta Raka Adityama dan Antino Restu Aji  menggelar pameran seni What Inside Their Heads  yang digelar  11 – 26 September 2021 di Poison Caffe  yang bernuansa millenial.

SEDANG: Pengunjung sedang melihat karya dua seniman muda Jogjakarta Raka Adityama dan Antino Restu Aji. (DOKUMENTASI PRIBADI)

Bagi Antino, yang selama ini justru berkecimpung dalam dunia musik, ekspresi jujur dengan suasana seperti itulah yang dituangkannya. Latar belakang pemusik justru memunculkan ide ide visual tegas yang unik.

” Dimasa muda umur 20an tahun bagi sebagian orang menjadi masa krisis, banyak tantangan maupun semangat dalam menjalani kehidupan nyata, real life, seperti kaum millenial dengan media sosialnya banyak mengumbar kehidupan mereka,” ungkap Antino, Rabu (22/9).

Antino menambahkan karya seni lukis dari hasil pemikiran keduanya menghadapi tantangan jaman dan kehidupan sehari hari. Whats Inside Their Heads? membawa pesan bagaimana otak yang berpikir sangat mempengaruhi dalam proses kreatif

Pameran “what’s inside their Heads?” dipilih sebagai tajuk yang mewakili kuriositas dalam melihat isi kepala seniman. Bahkan rasa ingin tahu, hal yang tidak bisa dilihat secara harfiah, karena isi kepala justru menunjukkan pengaruh otak terhadap sebuah karya.

Sederhana namun semakin jauh rasa ingin tahu dan penafsiran mereka atas kehidupan di masa umur 20an justru memunculkan karya karya yang impresif dan imajinatif.

“Bertema tentang berbagai keresahan yang ada di dalam otak, apa pun yang dipikirkan, adalah hal hal tentang eksistensial, pengetahuan hingga nilai nilai hidup dalam keseharian anak muda terutama mereka yang berusia 20an tahunan,”ucapnya.

Sementara Raka, dengan pengalamannya menekuni Street Art, karya karya lukis yang dipamerkannya menampilkan keseharian yang ditangkapnya melalui seluruh pancaindera. Mulai saat ia bermimpi, kemudian terbangun, saat memulai hari harinya hingga apa yang diimajinasikan.

Pengaruh lain dalam karya Raka saat ini adalah film. Bagi Raka  film bukan sekadar hiburan semata. Melalui film Ia dapat memperluas cakrawala pengetahuan dan juga sudut pandangnya tentang kehidupan.  Pada karya, Raka memasukan adegan atau pun momen tertentu dalam  film yang dapat mendukung dan mewakili maksud dari dirinya.

“Seakan- akan saya melihat banyak hal dalam hidup, krisis inilah yang ingin kita tampilkan bersama dalam sebuah karya seni, bahkan di masa pandemi dimana dunia sedang menghadapi tantangan berat di berbagai sendi kehidupan kita tetap mengalir dan berkarya” pungkas Raka.

Kurator dalam pameran seni Tomi Firdaus dan Grace Meliala sebagai manajer pameran berharap generasi muda mampu menafsirkan karya karya kedua seniman muda ini untuk memoerkaya bathin mereka. (sky)

Entertainment