RADAR JOGJA – Gelaran pameran Artjog 2021 bertema Arts in Cammon – Time (to) Wonder resmi ditutup. Seremoni penutupan dilakukan secara daring dan luring berjalan sukses di Pendopo Ajiyasa, Jogja National Museum (JNM), selasa malam (31/9). Acara seremoni penutupan Artjog di tutup dengan penampilan musikalisasi doa oleh Ari Wulu dan Daniel Caesar.

Direktur Artjog, Heri Pemad mengatakan, pameran tahun ini digelar secara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.  Penyelenggaraan Artjog dilakukan secara daring karena masih dalam masa pandemi dan PPKM.

Meskipun tanggal pelaksanaannya mengalami kemunduran, Heri Mengungkapkan pagelaran Artjog masih berjalan dengan baik dan diikuti 41 karya seniman Indonesia. Selain pameran, ada pula program seperti Young Artist Award, Exhibition Tour, Meet the Artist, dan Artcare.

“ini adalah sebuah bentuk ketahanan menghadapi masa pandemic, dan juga semangat para seniman dalam memberi penanda zaman dengan karya. Banyak karya-karya  hebat yang tercipta dari sebuah keterbatasan dan tekanan,” Jelasnya.

Mentri BUMN Erick Tohir memberikan apresiasi yang tinggi kepada para seniman yang selama ini sudah menginspirasi dan menginovasi bahwa Jogjakarta juga dapat menjadi pusat seni.

“Artjog sangat konsisten, meskipun terdapat berbagai kendala selama pandemi, artjog masih dapat berjalan dua tahun ini,” ujarnya.

Mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan itu menambahkan, BUMN akan sangat terbuka untuk berkolaborasi dan mengangkat industri kebudayaan. Salah satu CSR BMUN adalah menjaga kebudayaan local.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai sejarah dan mengapresiasi budayanya”, tambahnya. (om4/sky)

Entertainment