RADAR JOGJA– Srawung Festival 2021 yang menjadi salah satu penyelenggaraan festival seni budaya terbesar di Asia Tenggara, resmi digelar pada 25-26 Agustus 2021.

Head of Arts & Creative Economy British Council Indonesia, Camelia Harahap menjelaskan acara ini penelitian ini didasari dengan korelasi penyelenggaraan festival dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

“Kami melihat memang festival memiliki peran yang sangat penting untuk social-culture impact terhadap kota dan masyarakatnya. Kami rasa saat ini belum terlalu banyak evidence data yang menunjukkan betapa pentingnya festival ini dalam ekonomi kreatif di suatu negara,” ujarnya.

Camelia menambahkan, penelitian ini merupakan bagian dari dana hibah British Council melalui program Connections Through Culture bekerja sama dengan Tom Fleming Creative Consultancy berbasis di London.

Didasari oleh keinginan untuk memetakan dan menghubungkan festival yang ada di Asia Tenggara, Jogja Festivals ciptakan penelitian “Festival sebagai Katalisator Ekonomi Kreatif”.

Penelitian ini merupakan hasil kerja sama Jogja Festivals dengan British Council dan ARTJOG. “Hibah ini merupakan proyek pertama untuk mendukung inovasi seniman dan organisasi seni di lima negara di Asia Tenggara dan Inggris untuk berkolaborasi dan menjalin hubungan jangka panjang,”ujarnya.

Ketua Jogja Festivals, Heri Pemad mengungkapkan, Jogja Festivals bersikap terbuka terhadap siapa pun yang hendak bekerja sama untuk menyempurnakan hasil penelitian tersebut.

“Saya juga berharap, penelitian yang telah dilakukan dapat memberikan pencerahan untuk masa depan festival yang lebih baik di Asia Tenggara, terutama Indonesia dan juga Jogjakarta,”ucapnya. (om3/sky)

Entertainment