RADAR JOGJA- Sebuah lagu juga dapat menjadi media pelestarian bahasa daerah untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Seperti Mimi Mintuno Tresno, lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh AM. Kuncoro berkolaborasi dengan Steven & Tege, dua personal Coconut Treez, grup musik reggae legendaris Indonesia yang popular dengan lagu Welcome to My Paradise.

Kreativitas dan produktivitas para pegiat musik di Tanah air pada saat sekarang ini menginspirasi AM. Kuncoro dan Rully Aryanto untuk mendirikan Label Musik Prima Founder Records. Bertujuan untuk menjadi media bagi seniman-seniman musik di Indonesia dalam memperkenalkan dan menyuguhkan karya-karya lagu mereka pada penikmat musik di Tanah air dan ke seluruh dunia.

Prima Founder Records ini pun menjadi pilihan baru bagi siapapun dalam menyalurkan karya, dan untuk jalan sukses berkarya tanpa harus hijrah ke Jakarta.

Bagi Rully Aryanto, mendirikan Prima Founder Records bersama AM. Kuncoro karena Kuncoro juga seorang penulis lagu yang telah menulis banyak sekali karya-karya luar biasa.

Awalnya terinspirasi dari grup musiknya Heniikun Bay dan penyanyi duo Alex Yunggun dan Bea Serendy, ia hanya ingin mendokumentasikan lagu-lagu yang Kuncoro tulis melalui grup band Heniikun Bay dengan mengunggahnya di Youtube.

Setelah beberapa kali pembicaraan, muncul idenya untuk membentuk Prima Founder Records sebagai rumah berkarya bagi Heniikun Bay dan juga sebagai follow up bagi Alex dan Bea, dua anak kandungnya.

Akhirnya ide tersebut berkembang dan menjadikan Prima Founder Records sebagai rumah bagi para musisi dimanapun berada yang ingin berkarya. Melihat banyaknya potensi lokal yang sangat luar biasa dimiliki oleh para pegiat musik di seluruh daerah di Indonesia.

Kini Prima Founder Records telah memiliki beberapa artis dengan berbagai macam genre dan usia, diantaranya HENIIKUN BAY, AM. KUNCORO, DONAS, ALEX YUNGGUN, BEA SERENDY, dan ROJANAH.

Lagu Mimi Mintuno Tresno merupakan Original Sound Track (OST) Web Series Mimi Mintuno–The Story of Tresno, dinyanyikan oleh AM Kuncoro bersama Steven diiringan permainan gitar dari Tege.

AM Kuncoro, Musisi asal Jogjakarta ini mengatakan, meskipun bukan orang Jawa, ternyata Bro Steven dapat membawakan lagu berbahasa Jawa dengan sangat baik. Bang Tege sangat sabar menjalani proses recording yang panjang dan melelahkan.

“Saya sangat puas dengan hasil take vokal Bro Steven dan permainan gitar Mas Tege, sangat harmonis, baik dari sisi vokal maupun musiknya. Lagu Mimi Mintuno Tresno jadi makin menarik dan makin enak didengar,” katanya, Minggu (30/5).

AM Kuncoro menambahkan, proses recording lagu Mimi Mintuno Tresno didukung oleh Maya Sari Devi (Eksekutif Produser Prima Founder Records), dan Rulli Aryanto (Producer, Sound Designer). Selain itu, Luddy Roos (bass, keyboard, tracking) dan Eckel Roos (mixing dan mastering), mereka berdua juga sebagai Music Producer lagu tersebut.

Proses recording lagu Mimi Mintuno Tresno tersebut dilakukan berkonsep komunikatif dan interaktif, mereka berkumpul dan berproses bersama dalam satu ruangan, sehingga menjadi sesuatu yang seru dan menarik.

Aktivitas tersebut divideokan untuk dokumentasi bersejarah yang eksklusif bagi Prima Founder Records, label musik yang memproduksi lagu tersebut.

“Syuting videoklipnya akan dilakukan di Pantai Baronan, Desa Songbanyu, Girisubo, GunungKidul.

Pantai ini masih sangat alami, karena belum banyak dikenal dan didatangi wisatawan, seolah-olah tempat ini adalah sebuah private beach,” katanya.

Kuncoro juga mengatakan, konsep videoklip lagu Mimi Mintuno Tresno adalah penggabungan antara visual dan penggalan audio dari dialog yang terdapat pada skrip Web Series Mimi Mintuno – The Story of Tresno.

Selain AM. Kuncoro, Steven, dan Tege, videoklip tersebut juga menampilkan potongan adegan web series tersebut yang diperankan oleh para pemainnya.

“Pesan yang ingin kami sampaikan melalui lagu dan video klip Mimi Mintuno Tresno, hubungan yang dimiliki setiap orang perlu untuk diperjuangkan agar tetap bertahan, salah satu kuncinya adalah bersyukur atas indahnya hidup yang telah kita rasakan, selalu melihat hal yang baik pada relasi yang dimiliki, membangun kepercayaan untuk bersama-sama meraih masa depan yang lebih baik, dan setia, seperti kesetiaan yang dimiliki Mimi dan Mintuno, hewan belangkas yang hidup tak terpisahkan bersama pasangannya,”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rulli Aryanto, salah seorang pendiri Prima Founder Records mengatakan bahwa Steven dan Tege sangat antusias pada penggarapan OST Web Series Mimi Mintuno – The Story of Tresno. Bagi Steven, ini jadi tantangan tersendiri baginya, karena sepanjang karir bermusiknya ini adalah kali pertama baginya menyanyikan lagu berbahasa Jawa.

Steven dan Tege punya visi yang sama dengan AM. Kuncoro, ingin ikut melestarikan bahasa daerah lewat karya lagu mereka.

“Semoga semua yang saya dan mas AM. Kuncoro konsep dan rencanakan pada projek Mimi Mintuno – The Story of Tresno dan OST-nya diberi kelancaran dan kemudahan oleh Tuhan.

Lagu  Mimi Mintuno Tresno yang dinyanyikan mas AM. Kuncoro berkolaborasi dengan Steven & Tege Coconut Treez rencananya akan diputar serentak di berbagai kota di Indonesia pada tanggal 15 Juni 2021,” jelasnya. (sky)

Entertainment