RADAR JOGJA –  Sosok komposer musisi rohani dan pelatih paduan suara gereja bernama Yulius Panon Pratomo diduga tewas dan ditemukan di Sungai Bengawan Solo.

Tepatnya ditemukan di Dusun Kembangan, Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen Jawa Tengah, Senin (24/5).

Yulius dilaporkan hilang sejak Minggu (23/5). Kepergiannya tanpa meninggalkan sama sekali. Baik kepada anggota keluarga maupun manajemen studio seni miliknya. Sosok Yulius sendiri memiliki rumah musik Nafsigira di kawasan Solo Jawa Tengah.

“Saya Senin pagi jam 08.00 dapat WhatsApp grup awalnya masih hilang. Lalu dapat kabar ditemukan) siang sekitar jam 14.30. Lalu dipastikan malem jam 10an. Iya tadi malam sudah dipastikan itu beliau,” jelas Ketua RT 5  Marsudi ditemui di kediaman Yulius, Selasa (25/5).

Yulius sendiri tercatat sebagai warga RT 5/RW 16 Sanggrahan Tlogoadi Mlati Sleman. Marsudi menuturkan seluruh keluarga Yulius langsung menuju Solo. Berdasarkan informasi yang dia dapat, rombongan jenasah akan berangkat ke Jogjakarta Selasa sore.

Jenasah, lanjutnya, akan dikremasi di Perkumpulan Urusan Kematian Jogjakarta (PUKJ). Marsudi menuturkan tidak ada prosesi pemakaman usai kremasi. Ini sesuai yang diinginkan oleh keluarga Yulius.

“Rencana dari pihak keluarga itu memang dibawa ke PUKY (PUKJ) untuk dilakukam kremasi. Kalau pihak keluarga inginnya hanya dikremasi tidak ada rencana pemakaman,” katanya.

Marsudi tidak mengetahui secara detil kegiatan Yulius di Solo. Hanya saja dia mendapatkan informasinya akan ada konser musik rohani. Tepatnya hari Minggu (30/5) di salah satu gereja di kawasan Solo Jawa Tengah.

“Beliau ke Solo katanya mau untuk mempersiapkan untuk konser di Gereja Solo tapi saya kurang tahu dimana tapi konser di hari minggu jadi persiapan ke sana,” ujarnya.

Kabar kepergian Yulius tentu mengejutkan para tetangga kampung. Sosok ini dikenal sangat baik. Bahkan selalu aktif dalam beragam kegiatan kampung.

Yulius sudah cukup lama menjadi warga Dusun Sanggrahan. Dia tinggal bersama istri dan dua anaknya. Anak pertama berusia sekitar 7 tahun dan anak kedua berusia sekitar 4 tahun.

“Kalau kerja bakti pasti ikut. Lalu di lingkungan gereja juga aktif. Hari Sabtu kemarin (22/5) konser terakhir di Gereja Warak sekitar jam 07.30 dan selesai sekitar 09.30. Dirumah sini juga mengajar latihan koor, organ dan sebagainya,” katanya. (dwi/sky)

Entertainment