RADAR JOGJA- Kondisi di Indonesia akibat pagebluk Covid-19 tahun 2020 lalu memaksa ARTJOG untuk menunda perhelatan edisi tahun 2020 (MMXX) yang mengusung tajuk time (to) wonder dan menggantikannya dengan sebuah edisi tanggap darurat, ARTJOG Resilience, untuk merespon kondisi saat itu.

Tahun ini ARTJOG MMXXI: Arts in Common – Time (to) Wonder akan diselenggarakan pada 8 Juli-31 Agustus 2021 di Jogja National Museum dengan menerapkan sistem kunjungan terbatas dan protokol kesehatan yang berlaku.

Sejak akhir 2018, ARTJOG Arts in Common telah mematok tiga kata kunci untuk rangkaian penyelenggaraannya selama tiga tahun, yakni ruang, waktu  dan kesadaran.

Ketiganya sebagai konsep yang terpisah satu sama lain, ARTJOG merancang fokus kuratorialnya sedemikian rupa sehingga ketiganya saling melengkapi dan menegaskan. Dengan cara inilah, harapannya agenda Arts in Common dapat termanifestasikan secara koheren sebagai sebuah seri pameran.

Time (to) Wonder sebagai tajuk kedua setelah common|space (2019), sedianya berlangsung pada bulan Juli-Agustus 2020. Meskipun jadwal penyelenggaraan festival bergeser, formasi seniman ARTJOG MMXXI – time (to) wonder tidak berubah.

Direktur Eksekutif ARTJOG Heri Pemad menuturkan,”Pada helatannya di tahun 2021 ini , ARTJOG juga masih akan berusaha mempertahankan beberapa program andalan.

Misalnya seperti Special Presentation, Young Artists Awards, Daily Performance, LeksiKon, Meet the Artists, dan beberapa yang lainnya. Kecuali hal tersebut, pihak penyelenggara juga masih selalu mengupayakan beberapa program baru yang diharapkan dapat menjadi kejutan kepada khalayak,”katanya.

Heri menambahkan,” Expanded ARTJOG juga tetap hadir sebagai program baru yang akan terus berlanjut di ARTJOG kedepannya. Kolaborasi dengan praktisi dokumenter untuk merekam realita di sekitar ARTJOG masih dijalin untuk terus memberi pengalaman yang berbeda bagi publik.

Masih dalam semangat kemanusiaan, ARTJOG MMXXI bersama ARTCARE INDONESIA juga kembali untuk mewadahi rasa kepedulian para seniman di masa pandemi yang belum usai ini. Selain itu, pelaksanaan ARTJOG tentunya tak lepas dari Jogja Art Weeks sebagai sebuah inisiatif yang terus berupaya menggerakkan ekosistem kreatif di Jogja dan sekitarnya.

Pengelolaan festival dengan metode daring dan fisik yang dilakukan ARTJOG adalah sebuah usaha untuk terus mempertemukan berbagai gagasan dan praktik berkesenian, serta mendekatkan hal tersebut ke hadapan publik,”ujarnya. (sky)

Entertainment