RADAR JOGJA – Wajah Bu Tejo terlihat sumringah setelah mengikuti vaksinasi di Jogja Expo Center (JEC). Awalnya hanya terlihat wajahnya yang tegang dan spaneng. Ini nampak saat dia mengantri pendataan identitas diri hingga pemeriksaan kesehatan awal.

Pemilik nama asli Siti Fauziah atau yang akrab disapa Ozie ini mengaku lega. Ternyata suntik vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak menakutkan seperti yang dia bayangkan. Proses penyuntikan berlangsung cepat dan tidak sakit.

“Kayak disuntik biasa terus tidak ada keluhan apa-apa cuma nyeri saat disuntik. Buat teman-teman ayo kita vaksin. Ora usah gelisah hatimu, kamu jadi ragu-ragu atau tidak yakin.

InsyaAllah pemerintah ngekei dalan (memberi jalan) kita percaya dengan Ulil Amri apik orae nunut wae ngono. Selama kuwi ndalan dan bener kita tahu di jalannya, jadi jangan ragu-ragu vaksin saja,” ceritanya usai menerima vaksin Covid-19 di JEC, Rabu (7/4).

Baginya program vaksinasi Covid-19 bagi para pekerja film ibarat udara segar. Terutama untuk mengembalikan kepercayaan diri saat beraktivitas luar ruang. Ini karena interaksi dengan banyak orang sangatlah intens.

“Harapan kedepan semoga kembali normal. Teman seniman sudah bisa aktivitas dan pertunjukan bisa berlangsung,” harapnya.

Pemeran utama Film Tilik ini bercerita bagaimana perjuangannya selama pandemi Covid-19. Tak terhitung sudah berapa kali dia menjalani rapid antigen. Pemeriksaan medis ini menjadi syarat wajib sebelum produksi film dibuat.

Rutinitas ini telah dia jalani sejak September tahun lalu. Setiap berganti tim, Ozie selalu mengulang kebiasaan yang sama. Cara ini, lanjutnya, menjadi satu-satunya cara agar bisa terhindar dari penularan Covid-19.

Setelah film Tilik, Ozie sempat merampungkan sejumlah syuting. Terdiri dari 3 film pendek dan beberapa iklan. Adapula satu film panjang yang berjudul Love For Sale.

“Setiap ganti tim harus Swab, karena tidak tahu riwayatnya. Awal-awal ya khawatir tapi teteg ati saja. Selama syuting patuh protokol kesehatan. Benar-benar menghindari kerumunan, lalu rajin cuci tangan, pakai masker dan mengurangi kontak dengan orang lain,” katanya.

Ozie juga menjelaskan pentingnya vaksin bagi tubuh. Tak hanya melindungi diri sendiri tapi juga orang di sekitar. Walau begitu pasca vaksin juga bukan berati bisa semena-mena. Menurutnya, protokol kesehatan tetap wajib diterapkan.

“Kalau ada virus yang nemplek (menempel), istilahe secara tidak langsung rekam badan kita tahu, imun mana yang mau dipakai. Itu logika yang saya pakai, pun tidak mengecilkan jadi seenaknya. Tetap protokol karena (vaksin) ini belum merata,” ujarnya. (dwi/sky)

Entertainment