RADAR JOGJA – Marzuki Mohammad a.k.a Kill The DJ tak mempermasalahkan adanya penolakan vaksin. Menurutnya setiap orang memiliki pilihan terhadap dirinya sendiri. Tapi dia juga meminta para penolak bersikap bijak, ini karena kesehatan adalah tanggungjawab bersama.

Menurutnya vaksinasi adalah kegiatan rutin bagi manusia. Sejak dilahirkan, manusia telah mendapatkan suntikan vaksin. Tujuannya agar lebih siap menghadapi paparan penyakit yang ada.

“Dari kecil sudah menerima vaksin dalam program begitu lahir. Vaksin bukan hal yang asing dan sejarahnya peradaban manusia pasti ada pandemi. Vaksin ini jawaban untuk mengenali musuh bagi tubuh kita,” jelasnya ditemui usai vaksinasi di PSBK, Rabu (10/3).

Dalam kesempatan ini dia juga mengapresiasi gratisnya program vaksin Covid-19. Dia menilai vaksin sangatlah penting bagi hajat kehidupan manusia. Tentunya sangat tidak etis apabila dipatok dengan harga tertentu.

Menurutnya apabila berbayar, maka program vaksin semakin tertunda. Analoginya masyarakat enggan membayar untuk mendapatkan suntikan vaksin. Alhasil penanganan Covid-19 tidak cepat rampung.

“Kalau kesehatan pulih pandemi bisa diatasi. Maka program atau acara yang bisa dilaksanakan. Tak hanya seniman tapi semua unsur ekonomi bisa berputar. Artinya vaksin gratis maka ekonomi itu bisa pulih,” katanya.

Secara ekonomi, para seniman dan budayawan tentu terdampak pandemi Covid-19. Dia mencontohkan dirinya sendiri. Berupa tidak adanya jadwal panggung selama hampir satu tahun.

Imbasnya tak hanya ke perekonomian keluarga. Sebagai seniman dia juga memiliki karyawan atau kru panggung. Setidaknya ada 12 orang yang bergabung sebagai kru panggung Kill The DJ.

“Akhirnya bagaimana menghidupi jadi tantangan ditengah pandemi. Sambat ya sambat tapi piye ketoke ra ketok sambat. Tapi bagaimana tetap bekerja menghidupi,” sambatnya. (dwi/sky)

Entertainment