RADAR JOGJA – Rhapsody Of The Archipelago Gamelan 4.0 (ROAR GAMA 4.0) yang diadakan tahun lalu di Lapangan Pancasila Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, menjadi pagelaran yang fenomenal.
Pementasan kolosal yang menggabungkan seni gamelan dengan perpaduan musik kekinian itu di tahun 2020 ROAR ditunda,
lantaran pandemi Covid-19 belum juga usai.
Project Director Ari Wulu menjelaskan, sebagai gantinya, ROAR tahun ini akan diganti dengan gerakan memakai masker. Gerakan ini menggandeng para desainer untuk mencetak masker sebanyak-banyaknya dan dibagikan gratis dengan tajuk Maskermu Harimaumu.
“Masker ini menjadi fashion statement tanggung jawab kita menjaga diri dan orang-orang terdekat dari virus,” jelasnya saat jumpa pers Senin (21/12).
Ari menambahkan, Maskermu Harimaumu merupakan plesetan dari Mulutmu Harimaumu. Masker menjadi senjata untuk melawan penyebaran virus Covid-19. Meski pandemi telah berjalan hampir satu tahun, gerakan memakai masker menurutnya tetap relevan. “Memakai masker itu harus terus diingatkan,” tambahnya.
Vokalis Fstvlst, Farid Stevy juga merasa memakai masker meskipun hal sederhana terkadang masih lupa. Dengan menggaungkan gerakan ini, ia berharap menjadi pengingat untuk memakai masker. “Perlu dilakukan agar sadar kalau penting. Ini jadi menarik karena ngempet perhelatan dan berubah jadi campaign,” jelasnya.
Pemerhati Budaya, Najib Azca mengatakan, awalnya perhelatan tahun ini sudah diagendakan tanggal cantik 10-10-2020. Namun, apa daya perhelatan ini tidak jadi dilaksanakan. “Baru-baru ini saya mendengar ada varian baru Covid-19. Maka cara terbaik adalah dengan tindakan preventif,” ujarnya.
Semangat yang digaungkan, yakni dengan tetap sehat saling menjaga dari penularan Covid-19. Ia pun berharap pandemi segera selesai. Dengan demikian, di tahun 2021 mendatang ROAR bisa kembali menjadi perhelatan musik dengan menghadirkan kolaborasi unik antara musik tradisi dengan kontemporer. (asa/sky)
Entertainment