RADAR JOGJA – Malam Grand Final Pemilihan Hakka Ako Amoi Jogja 2020 berlangsung meriah Sabtu malam (5/13). Menyisakan 13 finalis, empat Ako dan sembilan Amoi Jogja.

Pemilihan berlangsung selama dua hari, bertempat di Atrium Rama, Sleman City Mall (SCH) Jumat (4/22) dan Sabtu (5/12).

Ako Yoel Pradipta, 21, dan Amoi Lusi Elpina, 22, akhirnya terpilih dan siap melanjutkan tongkat estafet sebagai Ako Amoi Jogja 2020, menyisihkan 11 finalis lainnya.

“Pastinya kami sangat bersyukur dan bangga ya. Kami tidak menyangka. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami menjadi Ako Amoi Jogja 2020,” kata Yoel dan Lusi ditemui usai penyematan mahkota.

Selain berkomitmen melestarikan budaya Hakka, mereka juga akan menjalankan visi misi Hakka Indonesia. Sebagai duta budaya Hakka, duta sosial, dan duta pariwisata Jogja.

Ketua Paguyuban Hakka Jogjakarta Yustinus Rusmin mengatakan, pemilihan Hakka Ako Amoi Jogja digelar setiap dua tahun sekali. Pada pelaksanaan kegiatan tahun ini diakuinya memang sedikit berbeda dengan pemilihan sebelumnya.

Tahun ini, pemilihan berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Sehingga sejumlah penyesuaian pun dilakukan. “Penerapan protokol kesehatan menjadi fokus utama kami. Ini guna memastikan peserta Ako Amoi bebas Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, materi saat karantina pun juga dipadatkan. “Artinya yang esensi-esensi saja. Namun tetap memiliki syarat 3B pada setiap pesertanya. Yakni Brain, Beauty, and Behavior,” katanya.

Rusmin mengungkapkan, Ako Amoi dibentuk awalnya oleh Paguyuban Hakka Jogja empat tahun silam tepatnya tahun 2016.

Tujuan awalnya yakni membentuk generasi-generasi muda Hakka sebagai penerus dari paguyuban Hakka yang sudah ada.

Banyak kontribusi yang telah dilakukan Ako Amoi. Salah satunya dalam bidang sosial. “Misalnya bakti sosial di berbagai tempat, dan terkini membantu orang-orang yang kesusahan karena adanya pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Hakka lanjutnya, merupakan salah satu dari sub suku Han, yang merupakan suku terbesar di Tiongkok. Menurut sejarah peradabannya Hakka sudah ada sejak ribuan tahun lalu. “Sehingga budaya Hakka juga memiliki nilai-nilai yang patut untuk dilestarikan dan bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua,” kata Rusmin. (naf/ila)

Entertainment