RADAR JOGJA – Prambaban Jazz 2020 hadir dengan tema New Hope New Experience. Namun tak ada hiruk pikuk penonton dan suara sound system yang menggelegar. Semuanya berganti dengan virtual concert.

Konsep ini menyesuaikan kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pengalaman baru ini turut dirasakan oleh Fourtwnty. Duo personel Ari Lesmana dan Nuwi ini mengakui tak mudah untuk beradaptasi dengan konsep virtual ini.

“Kendala tidak ada crowd atau penonton lalu audio harus silent. Tidak tahu sound kami keluarnya seperti apa. Ada rasa was-was juga tapi semoga aman lah ya,” kisah sang vokalis Ari Lesmana, ditemui usai konser di Candi Prambanan, Sabtu malam (31/10).

Walau begitu Ari dan Nuwi mengaku sangat bersemangat. Terlebih latar belakang panggung konser adalah Candi Prambanan. Menurutnya peninggalan bersejarah ini mampu memberikan energi tersendiri.

Jogjakarta memiliki magnet tersendiri bagi para personel Fourtwnty. Bagi mereka Jogjakarta sangatlah bermakna. Terutama iklim bermusik yang telah mengakar sejak dulu.

“Senang ketemu teman-teman, sudah seperti keluarga. Semoga Covid segera berlalu, silaturahmi bisa terjalin lagi. Butuh energi tambahan, ya penonton. Dengan sering adanya event maka bisa stabil kembali,” harapnya. 

Konser virtual dikemas dalam dua hari pementasan, Sabtu (31/10) dan Minggu (1/11) di Candi Prambanan. Gelaran hari pertama menampikan Joko In Berlin, Fourtwnty, Isyana Sarasvati, Pusakata, Tompi, Tulus.

Hari kedua menghadirkan line up artis yang tak kalah seru. Sebut saja TheEverydayBand, Nadin Amizah,  Sinten Remen feat Endah Laras, Andmesh, Pamungkas, Ardhito Pramono dan Yura Yunita.

“Ini pengalaman baru bagi kami. Menggelar konser di tengah pandemi Covid-19. Semoga bisa memberikan semangat tersendiri bagi para musisi dan juga penonton yang rindu suasana konser musik,” kata konseptor Prambanan Jazz, CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi. (dwi/tif)

Entertainment