RADAR JOGJA – Untuk pertama kalinya Sendratari Ramayana dipentaskan secara daring, Sabtu  (5/9). Pementasan ini sekaligus memperingati hubungan bilateral antara Indonesia dan India yang telah berlangsung selama 71 tahun. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) bekerja sama dengan KJRI Mumbai dan didukung oleh KBRI New Delhi serta Kementerian Luar Negeri RI. 

Di Open Theater Ramayana, Prambanan, sebanyak 60 penari dan 20 pemain gamelan tampil menawan dalam pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit ini. Karena masih dalam suasana Pandemi Covid-19, pementasan menerapkan protokol kesehatan. Terutama adanya penyesuaian gerakan tari, tidak ada kontak fisik antarpenari. 

“Walau tidak ada sentuhan, namun chemistry-nya tetap harus dibangun, misalnya lewat tatapan mata atau gestur tubuh. Jadi tidak harus bersentuhan tapi tetap bisa membangun 

keromantisan antara Rama dan Shinta,” jelas pemeran Shinta, Tutu Wisti Sabila.

GM Teater Pentas Ramayana Chrisnamurti Adiningrum menjelaskan, persiapan pentas memakan waktu dua minggu. Bahkan ada pembatasan jumlah penari untuk memenuhi syarat protokol kesehatan.

“Hal ini kami lalui untuk menunjukan bahwa Sendratari Ramayana itu masih ada. Semoga kita bisa melalui situasi ini dan dapat merilis pertunjukan kembali,” ungkapnya.

Terkait kapan dibukanya pentas Sendratari Ramayana seperti sedia kala, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT TWC Hetty Herawati menyatakan pihaknya masih berkomunikasi dengan Gugus Tugas Provinsi DIJ.

“Intinya kami terus melihat perkembangan. Jika masih belum baik, setidaknya momen ini dapat menyalurkan energi para seniman berbakat ini untuk kembali menari. Karena bagi mereka, menari merupakan sumber spirit,” jelasnya. (sky/tif)

Entertainment