RADAR JOGJA – Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRINDO) melaporkan perusahaan Karaoke di Jogjakarta, Palms Karaoke. Para produser musik menuntut perusahaan tersebut memenuhi hak-hak para Produser dan Artis karena telah menggubakan lagu-lagu mereka.

Kuasa Hukum ASIRINDO Braniko Indhyar menjelasjan para Produser Rekaman sebagai pemilik karya rekaman lagu dan musik mempunyai hak ekonomi dan berhak memberikan izin atau melarang pihak lain. Seperti yang disebutkan dalam Pasal 24 ayat (2) Undang Undang Hak Cipta. Sejak adanya Undang Undang No 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta yang mulai berlaku sejak tanggal diundangkan, yaitu pada tanggal 16 Oktober 2014. 

“Dalam Undang Undang Hak Cipta sesuai ketentuan Pasal 3 ada mengatur 2 hak, yaitu, Hak Cipta dan Hak Terkait,” ujar Braniko, Rabu (26/8).

Hak Cipta merupakan Hak Ekonomi dan Hak Eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta terhadap suatu ciptaan. Sedangkan Hak Terkait merupakan Hak Ekonomi dan Hak Eksklusif Produser Fonogram/rekaman yang berkaitan dengan lagu dan musik karya rekaman.

Hak Cipta di antaranya meliputi Hak melaksanakan sendiri, memberikan izin, atau melarang pihak lain untuk melakukan Penggandaan atas Fonogram dengan cara atau bentuk apapun, Pendistribusian atas Fonogram asli atau salinannya, Penyewaan kepada publik atas salinan Fonogram dan Penyediaan atas Fonogram dengan atau tanpa kabel yang dapat diakses publik.

Dengan adanya ketentuan dalam Undang-undang Hak Cipta yang mengatur tentang hak ekonomi Produser Rekaman.  Setiap pengusaha karaoke yang menggunakan lagu dan musik karya rekaman disimpan dalam server. Kemudian dari server tersebut didistribusikan ke ruangan atau room karaoke untuk dapat diakses pelanggan. 

“Hal yang dilakukan Pengusaha Karaoke tersebut wajib mendapatkan izin dari Produser Rekaman. Oleh karenanya jika yang dilakukan pengusaha karaoke tidak memiliki izin dari Produser Rekaman, maka dapat diduga melakukan pelanggaran Hak Cipta. Ini dari beberapa label merasa dirugikan,” tutur Braniko.

Palms Karaoke dilaporkan karena belum memiliki izin dari Asirindo, pihaknya juga pernah melayangkan somasi. Asirindo juga telah melakukan pendekatan termasuk beberapa kali pertemuan. Namun pihak Palms Karaoke tidak pernah memberikan itikad baik. Kasus ini sudah mereka laporkan ke Polda DIJ sejak 19 November 2019 dan sekarang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Disebutkan Total kerugian penggunaan lagu-lagu secara ilegal diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

“Kami sekarang juga memproses hal yang sama di kota lain. Jakarta, Surabaya dan kemungkinan kota lain. Total sekitar 15 Karaoke kami proses hukum karena hal yang sama,” ungkapnya. 

Melalui video conference, personel Sheila On 7 Erros Candra menyebut apa yang dilakukan oleh Palms Karaoke sudah bukan hal yang baru. Bahkan sejak band-nya berdiri tahun 1999, praktek serupa sudah terjadi. Namun menurut Erros, pada masa itu disebabkan ketidaktahuan pelaku terkait hak cipta, hak ekonomi, dll.

“Era sudah maju, informasi dari internet gampang diperoleh. Harusnya sudah tidak ada lagi pelanggaran Hak Cipta,” ujar musisi asal Kota Jogja ini. (sky/tif)

Entertainment