RADAR JOGJA – Grup Orkes Melayu (OM) WAWES merilis album berjudul ‘Restu’, Rabu (19/8). Peluncuran album ini sempat tertunda akibat Pandemi Covid-19, karena rencananya dilakukan bulan April lalu. Album ‘Restu’ merupakan impian Pemusik dangdut koplo yang digawangi Dhyen Gaseng (Vokal), Louis David (Kendang), Tony Kurniawan (Drum) dan Bayu Garninda (Gitar) ini.

“Bagi kami punya album adalah kewajiban bagi sebuah band. Di musik dangdut dari dulu pendengar sudah dimanjakan oleh single-single yang dirilis secara cuma-cuma di Youtube,” ungkap vokalis OM WAWES bernama lengkap Dhyen Ganjar Prabowo, Rabu (19/8).

Menurut Dhyen, momentum ini sekaligus untuk mengedukasi pendengar dangdut agar bisa menikmati karya eksklusif dan mengapresiasi sebuah karya dengan membeli album fisik.

Dijelaskan, penggarapan album ini memakan waktu hingga satu tahun. Karena jadwal manggung yang padat, fokus penggarapan album menjadi terbagi. Rekaman dilakukan tahun 2019 di tiga studio berbeda.

“Rekaman di Royal Rumble dengan operator Tony Kurniawan & Ivan Lukito. Proses mixing di GILAZ Studio dengan operator Louis David (Gendhut), dan mastering di Rumah Tua Record dengan operator Christyan,” paparnya.

Di album ini OM WAWES juga berkolaborasi dengan beberapa musisi. Di antaranya Nufi Wardhana di lagu ‘Ilang Roso’, Ode yang mengisi cello untuk lagu ‘Aku sing Mundur’,  Zaenal Produk Gagal memainkan harmonika di lagu ‘Aku Wis Trimo’, PamPam mengisi saxophone di lagu ’Yen Wis’, dan Pendhoza di lagu ‘Sabaro Sedelo’.

Awalnya album ‘RESTU’ akan dikemas dalam bentuk boxset, namun agar lebih terjangkau, disederhanakan dengan totebag yang berisi t-shirt, buku, dan CD.

Tak hanya album fisik, OM WAWES juga merilis buku yang merinci perkembangan musik dangdut sejak era awal hingga hari ini. 

Berjudul ‘Babat Alas Dangdut Anyar’, buku ini untuk menarik minat baca anak muda, terutama penggemar musik dangdut. Selain itu juga sebagai catatan kerja mereka selama berkarir di dunia dangdut di Jogja sejak 2012. (sky/tif)

Entertainment