Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wiswakharman Expo 2023, Wujudkan Ruang untuk Semua Kalangan

Editor News • Selasa, 30 Mei 2023 | 03:43 WIB
SENI :  WEX 2023 yang berlangsung di Taman Budaya Yogyakarta. (ISTIMEWA)
SENI : WEX 2023 yang berlangsung di Taman Budaya Yogyakarta. (ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Wiswakharman Expo atau yang dikenal dengan WEX merupakan event besar yang dilaksanakan setiap tahun oleh Arsitektur UGM. Rangkaian acara WEX terdiri dari opening-closing, talkshow (International Architecture Symposium), pameran (Architecture Exhibition), dan sayembara arsitektur (International Architectural Competition).

Mulanya, acara ini diinisiasi untuk mewadahi hasil karya mahasiswa tahun ketiga yang telah melaksanakan Kuliah Kerja Arsitektur. Tahun ini, Wiswakharman Expo hadir kembali di Taman Budaya Yogyakarta pada 12 hingga 14 Mei 2023.

“Mengusung tema Architecture for Underprivileged Classes dan tagline Ruang Untuk Semua Kalangan,” jelas Ketua panitia WEX 2023 M. Rico Ivanda.

Dalam pameran ini, para mahasiswa arsitektur UGM mengangkat isu-isu terkait pemenuhan kebutuhan dan kelayakan spasial masyarakat. Khususnya kalangan ekonomi menengah kebawah.

“Pameran ini juga menampik citra publik bahwa desain arsitektur hanya untuk kalangan berada,” katanya.

Sebelum acara inti, telah dilaksanakan beberapa kegiatan pendahuluan. Rangkaian acara tersebut meliputi kompetisi fotografi dengan sub tema Underprivileged ; Live Sketch Workshop dengan mengundang Yehezkiel Cyndo sebagai mentor. Fokusnya menyusuri Kampung Jogoyudan. Berlanjut pengumpulan karya dan tahap penjurian awal sayembara arsitektur.

Melanjutkan kesuksesan tahun sebelumnya, Wiswakharman Expo kembali menggelar sayembara internasional dengan tema Communal Space for Social Rise. Mengambil lokasi di Kampung Jogoyudan, sebuah pemukiman padat penduduk dengan ruang publik yang menjadi sorotan.

Para peserta, lanjutnya, diajak untuk merancang inovasi ruang komunal yang berkelanjutan serta sesuai dengan konteks lingkungan alam dan sosial. WEX 2023 turut mengundang beberapa juri yang terdiri dari para ahli yang sangat kompeten. Khususnyaa dalam mewujudkan arsitektur yang memperhatikan kebutuhan masyarakat marginal.

“Mereka adalah Ir. Eko Agus Prawoto, M.Arch., IAI., Daliana Suryawinata, Vin Varavarn, Andrea Fitrianto, Ir, Dwita Hadi Rahmi, M.A., dan Ardhya Nareswari, S.T., M.T., Ph.D,” ujarnya. 

Sayembara ini melibatkan dua tahap penjurian. Tahap pertama ialah preliminary judging yang dilaksanakan pada  3 Mei 2023 secara daring. Diikuti oleh final judging di Taman Budaya Yogyakarta pada 12 Mei 2023 secara luring.

Total diikuti oleh 103 tim dengan 2 hingga 3 peserta dalam setiap timnya berpartisipasi dalam sayembara ini. Dari semua karya yang mengesankan, proyek bernama Jogoyudan Eco Hub berhasil meraih gelar juara pertama.

“International Architectural Symposium dengan tema Adequacy of Living Space dilaksanakan pada hari kedua. WEX 2023 mengundang dua pemateri yaitu Vin Varavarn selaku pendiri Vin Varavarn Architects dan Kamil Muhammad dari firma arsitektur Pppooolll,” katanya.

Simposium berjalan lancar dan meriah. Diskusi hidup dengan antusias para peserta menanyakan berbagai pertanyaan, diantaranya seputar proses dalam mendesain dan segala kondisi nyata yang harus dihadapi ketika melakukan proyek bagi komunitas marginal.

Beranjak dari tema besar Architecture for Underprivileged Classes, para pengunjung dibuat terkesima dengan pengalaman baru menjelajah pameran. Ini adalah wujud kreasi mahasiswa arsitektur dan beberapa seniman dalam mengangkat permasalahan permukiman.

“Untuk mendobrak segala batasan yang ada dan menjadi sebuah sarana guna meningkatkan kesadaran masyarakat luas,” ujarnya.

Architecture exhibition juga menampilkan top 5 karya International Architecture Competition yang telah melalui tahap preliminary judging, top 10 karya Photo Competition, serta karya para peserta Live Sketch Workshop. 

Mengingat tujuan awal inisiasi kegiatan ini, di akhir alur pameran terdapat ekskursi karya mahasiswa Arsitektur UGM dari hasil Kuliah Kerja Arsitektur. Antusias masyarakat terhadap pameran ini nampak dari sebanyak 1500 pengunjung telah hadir dalam tiga hari pelaksanaan.

Memasuki puncak acara, WEX 2023 ditutup dengan semarak penampilan para bintang tamu yang memukau Diantaranya Bengkel Musik Wiswakharman, Paduan Suara Mahasiswa UGM, Teater Jubah Macan dan Padzchestra.

“Tingginya minat dan antusias pengunjung terlihat pula dari panjangnya antrean hingga menjelang close-gate pertunjukan Closing. Acara ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian WEX 2023,” pungkasnya. (*/dwi) Editor : Editor News
#Pameran Arsitektur #WEX 2023 #Wishakharman Expo #Arsitektur UGM