BANTUL - Perhelatan musik tahunan Ngayogjazz 2025 kembali digelar Sabtu (15/11). Tahun ini, acara dipusatkan di kawasan Imogiri, Bantul. Menggandeng musisi jazz muda sebagai momentum regenerasi.
"Senior tetap ada. Kami berharap Ngayogjazz menjadi ruang regenerasi dan penularan pengetahuan kepada musisi muda,” ujar Board of Creative Ngayogjazz Aji Wartono saat ditemui di Pawon Mbah Agung, Imogiri Sabtu (15/11).
Baca Juga: Percepat Evakuasi Korban Longsor Cibeunying Cilacap, Pemprov Jateng Datangkan Tambahan Alat Berat
Aji mengatakan, keterlibatan musisi dari berbagai daerah dan negara diharapkan memberi pengalaman baru serta memperkaya perjalanan musikal mereka.
“Musisi yang datang bisa menyatu dengan masyarakat dan tradisi, sehingga pengalaman itu bermanfaat untuk karya mereka ke depan,” tuturnya.
Baca Juga: Lebih dari 6 Potensi Long Weekend di 2026, Simak Hari Libur Tahun 2026
Tahun ini, terdapat empat stage dan sekitar 37 grup musik yang dijadwalkan tampil. Ditambah penampilan seni tradisi pada sesi pembukaan.
Musisi dari luar negeri juga turut hadir melalui kerja sama dengan ISI Jogjakarta dan Jazz Camp yang melibatkan mentornya. "Musisi dari luar negeri ada Belanda sama Prancis," katanya.
Sejumlah nama seperti Andri Dinuth, personel The Bakuucakar, serta Olski juga dipastikan tampil menjadi guest star di acara ini. Selain itu, seni tradisi dari Imogiri turut juga menjadi guest star sebagai penguat karakter lokal.
Sementara lokasi yang berada di kawasan Imogiri, dinilainya sangat ideal. Sebab wilayah ini tidak hanya dikenal sebagai kawasan makam Raja-Raja Mataram dan makam para seniman. Tetapi juga berkembang sebagai ruang eksplorasi budaya. Sejumlah ikon daerah, seperti kuliner sate klathak, hingga destinasi wisata yang masih tersembunyi turut melengkapi atmosfer festival. “Kalau orang bilang sekarang, hidden gem-nya juga ada," tambahnya. (cin/eno)