RADAR JOGJA - Gelaran ARTJOG kini sudah memasuki Minggu kedua.
Pelaksanaan ARTJOG 2024 sendiri berlangsung sejak 28 Juni hingga 1 September mendatang, dan terpusat di kawasan Jogja Nasional Museum (JNM), Wirobrajan, Jogjakarta.
Selain menampilkan berbagai instalasi seni dari lintas disiplin ilmu, ARTJOG juga menyuguhkan berbagai perfomance dari para seniman.
Teranyar, koreografer tari, Siska Aprisia baru saja tampil dalam panggung pementasan membawakan tari kontemporer.
"Saya akan tampil dua kali, pada tanggal 13 dan 14 Juli, pukul 8 malam," kata Siska sesaat sebelum tampil, Sabtu (13/7) malam.
Dalam penampilannya, Siska membawakan tari kontemporer berjudul Merantau Dalam Diri (Wandering Within).
Dikatakan, tema besar dari tari yang dibawakannya yakni soal dinamika dan proses seseorang merantau.
Ia berujar bahwa penampilannya kali ini jadi salah satu yang paling personal.
"Ini salah satu yang paling personal buat saya, untuk di ARTJOG ini adalah tahun ketiga saya tampil," paparnya.
"Persiapannya dari sejak ide, konsep, koreografi ini sejak awal tahun, mungkin Februari 2024," tambahnya.
Siska mengungkapkan, lewat penampilannya tersebut, Siska ingin menceritakan perjalanan manusia dalam mencari jawaban yang penuh gejolak, yang ia gambarkan melalui tiga bagian berbeda.
Bagian pertama berfokus pada penciptaan titik fokus, baik dalam jiwa dan pikiran.
Bagian kedua bertumpu pada cara untuk meredakan gejolak yang membekas pada jiwa dan raga.
Selanjutnya, bagian ketiga menggambarkan upaya tragis ketika manusia merasa dirinya telah menemukan jawaban, maka di saat yang sama semakin banyak perasaan hilang yang akan datang.
"Bagi saya, perjalanan itu proses yang dalam, sedalam merenungi makna penciptaan manusia di dunia," tutur perempuan asal Sumatera Barat ini.
"Lewat tari ini saya ingin bilang, bahwa kalian yang merasa sendiri di perantauan, kalian tidak benar-benar sendiri," lontarnya.
Ia berharap, bahwa apa yang dibawakannya bisa banyak relevan dengan penonton.
Utamanya mereka para perantau yang memiliki pengalaman dan nasib serupa.
"Meski mereka bukan perantau, harapannya tetap relevan, karena dinamika yang saya potret ini dinamika manusia," ujarnya.
"Dasar pijakannya adalah cerita saya sendiri yang merantau, jadi ini adalah bentuk refleksi dan perenungan," sebutnya.
Sementara itu, salah seorang penonton Agatha Leony mengungkapkan, tahun 2024 adalah kali ketiganya datang untuk menikmati berbagai seni dan penampilan di ARTJOG.
"Ini sudah tahun ketiga, saya asalnya bukan Jogja tapi memang sudah beberapa tahun merantau," ungkap perempuan asal Tangerang ini.
Sebagai seorang perantau, ia mengaku cukup bisa merasakan dan memaknai penampilan tari Siska Aprisia.
Diakuinya beberapa hal seperti kesendirian, hingga perenungan terkait arti dan tujuan hidup jadi hal yang juga dirasakannya.
"Merantau kan tidak mudah juga, dari penampilan ini ditunjukkan bahwa kesendirian itu sejatinya bisa dilewati," paparnya.
"Saya dulu juga berat dan butuh adaptasi dengan banyak hal di Jogja, tapi seiring proses dan penerimaan saya, akhirnya itu bisa dilalui," tandasnya.
Editor : Bahana.