Skena Musik Jogja Kuat, Kemenekraf Geber Program AKTIF Musik di Benteng Vredeburg

JOGJA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Badan Ekraf) bergerak cepat memperkuat ekosistem musik daerah. Melalui program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik, sebuah diskusi industri musik digelar di Ruang Audio Visual Museum Benteng Vredeburg, Jogja, pada Sabtu (31/10/2026).
Langkah ini diambil untuk menjadikan ruang kreatif sebagai wadah pembelajaran, titik temu kolaborasi, sekaligus inkubator bisnis bagi para musisi lokal. Tak sekadar tampil di panggung, para pelaku musik daerah juga dibekali wawasan seputar dapur produksi, seluk-beluk hak cipta dan royalti, strategi pemasaran, hingga akses pembiayaan industri.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf/Badan Ekraf Cecep Rukendi dan Kepala Dinas Pariwisata DIY Eling Priswanto. Selain itu, hadir pula puluhan pegiat komunitas musik, pelaku usaha, serta musisi lintas generasi dari Jogja dan sekitarnya.
Baca Juga: Ringankan Beban Orang Tua, Pelajar dan Mahasiswa Kulon Progo Sambut Antusias Beasiswa Perdana Pemkab
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa Aktivasi Creative Hub menjadi salah satu dari tiga program flagship kementeriannya.
Dua program lainnya adalah Aktivasi Desa Kreatif dan Creative by Indonesia. Ketiganya dirancang sebagai strategi terintegrasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional berdasarkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045.
"Kami tidak membangun dari nol. Creative hub milik pemerintah daerah, kampus, dan komunitas sudah banyak berdiri. Tugas kami adalah mengaktifkannya kembali agar menjadi tempat para pelaku kreatif belajar, berkolaborasi, dan membangun usaha," tegas Riefky.
Menurut Riefky, subsektor musik memegang rekor sebagai sektor yang paling cepat menembus pasar global. Oleh karena itu, pertumbuhannya wajib dirasakan secara merata hingga ke akar rumput di daerah.
Ia memaparkan bahwa pada tahun 2025, sektor ekonomi kreatif sukses menyumbang kontribusi besar lebih dari Rp1.700 triliun atau sekitar 7 persen terhadap PDB nasional. Sektor ini juga menyerap 27,4 juta tenaga kerja dan mencatatkan nilai ekspor fantastis sebesar US$31,94 miliar.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




