RADAR JOGJA – Belasan desainer ternama Indonesia menggelar parade fashion yang diselenggarakan di Pulau Dewata Bali, Minggu (7/11). Mereka di antaranya Athan Siahaan, Ariesanthi, Sonny Muchlison, M Rizky Jumbriono, Ucok Sirait, Anita Sismic, Rachel Wang, Arlinawati, Hikmawati Arsyid, Lilis Widjayanti, Lenny Hartono, dan Ukke Wahyu.

Setidaknya terdapat sebanyak 100 karya busana yang memakai Wastra Nusantara ditampilkan dalam perhelatan bertajuk Road to Indonesia Fashion Parade 2022. Yayasan Anugerah Maha Bintang Indonesia adalah yayasan yang bergerak dalam bidang fashion dan pelestarian budaya melalui Wastra Nusantara. Yayasan ini yang juga menaungi puluhan fashion desainer dari seluruh Indonesia, menggelar fashion show bertajuk “Road to Indonesia Fashion Parade 2022”.

Commissioner Indonesia Fashion Parade (IFP) Athan Siahaan menyampaikan,  pada acara ini ditampilkan sebanyak 100 karya busana yang memakai Wastra Nusantara. Dengan menggunakan bahan Wastra Nusantara, karya para desainer ini menjadi sebuah karya Adibusana. Pemanfaatan Wastra Nusantara sendiri juga bertujuan membantu para Perajin, Penenun, Perancang serta Penjahit untuk Bangkit dari keterpurukan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.

Athan menjelaskan,  fashion show kali ini, seluruh desainer menampilkan hasil kain asli daerah atau Wastra Nusantara. Dengan menggunakan kain asli daerah, diharapkan bisa berdampak juga pada UMKM atau pelaku usaha yang bergerak dalam pembuatan kain. Sehingga, pelaku UMKM di seluruh Indonesia yang saat ini benar-benar terpuruk karena Pandemi sudah mulai bergerak kembali. Dengan adanya pertunjukan, diharapkan bisa terciptanya pasar yang lebih luas ke depannya.

“Tentunya ini akan menggerakkan kembali roda perekonomian usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sempat ambruk karena Pandemi, baik di Pulau Dewata maupun di Indonesia,” ungkapnya melalui keterangan tertulis nya, Senin (8/11).

Athan menambahkan, fashion show ini juga bertujuan membantu rekan-rekannya yang juga sesama desainer, karena telah merasakan dampak yang begitu dalam akibat Pandemi ini. Sebab, tidak ada pertunjukan yang dilakukan dan tidak bisa berbuat banyak karena adanya pembatasan dalam menekan penyebaran wabah global itu.

Berbicara soal desainer, tentu tidak terlepas dari show/pertunjukan. Tapi, selama lebih dari setahun belakangan ini sama sekali tidak ada kegiatan itu. Hal inilah yang membuat teman teman desainer sangat terpuruk. Bahkan, untuk produksi tidak akan menutupi kebutuhan mereka sendiri.

Melihat kondisi itu, kami kemudian merancang kegiatan yang bisa mengakomodir rekan-rekan sesama profesi untuk menggelar fashion show. Karena kondisi saat ini belum pulih betul, kegiatan fashion show ini kemudian dirancang dan melibatkan sedikit desainer dalam mempertunjukkan hasil karya mereka. Jumlah itu masih terbilang sedikit karena dalam catatan IFP, terdapat lebih dari 80 anggota secara Nasional.

Karena sejumlah kegiatan baru saja dimulai, maka dibatasi desainer yang terlibat. Kemudian, ini juga dilakukan secara gratis kepada rekan-rekan. Sehingga, desainer yang tergabung dalam IFP ini bisa merasakan panggung yang besar seperti saat ini. “Harapannya agar semuanya mulai bergerak lagi. Dengan demikian, ada peluang pasar yang bisa diciptakan,” terangnya. (om9/ila)

Event