RADAR JOGJA –  Memperingati Hari Kopi Indonesia  Dewan Kopi Indonesia (Dekopi), Fakultas Pertanian (FP) UGM dan Traya Eksibis menggelar ‘Coffee Night’ di Cangkringan Resort Sleman, Sabtu (13/3) malam.

Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia Anton Apriyantono mengatakan, peringatan hari kopi nasional ke-3 tahun 2021 ini dimaksudkan dapat memberikan motivasi dan semangat bagi petani dan pelaku usaha kopi yang terdampak pandemi Covid-19.

“Sekaligus sebagai upaya sinergitas dalam meningkatkan produksi dan kualitas kopi Indonesia,” katanya.

Anton menambahkan, dekopi, diberi mandat sebagai wadah pemersatu seluruh organisasi pemangku kepentingan perkopian Indonesia.

Dalam hal ini membantu Pemerintah, swasta, petani dan pelaku usaha lain dalam memajukan perkopian Indonesia.

Sehingga harapannya kopi Indonesia menjadi kopi yang unggul di dunia. “Sekaligus dapat mensejahterakan seluruh elemen yang terlibat didalamnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan sejumlah bantuan bagi para petani kopi di sekitar Jogjakarta yang terdampak pandemi,” kata Mantan Menteri Pertanian ini.

Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional Bambang Setiawan menuturkan, Indonesia merupakan negara penghasil kopi unggulan. Ada setidaknya 20 jenis kopi Arabika asli Indonesia telah diakui secara internasional.

Maka untuk lebih mengenalkan kopi indonesia, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Mou.

“Sebagai langkah awal mensukseskan event road to Indonesian internasional Coffee,” tegasnya.

Selain itu, juga sebagai pra  penyelenggaraan pameran khusus industri kopi yaitu Indonesia International Coffee Expo (IICE) yang akan digelar Oktober 2021 dan bulan Maret 2022 di Jakarta Convention Center (JCC).

“Pameran tak hanya fokus pada aspek bisnis, ekonomi dan perdagangan untuk industri kopi global saja. IICE juga berupaya menjadi wadah bagi kedai kopi merek lokal untuk berekspansi ke pasar global dengan menyediakan jaringan serta membentuk metode untuk keberlanjutannya,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Jamhari mengapresiasi kerja sama yang terjalin.

Jamhari mengungkapkan, potensi kopi untuk percepatan pemulihan ekonomi sangat terbuka. Namun demikian konsep peningkatan produktivitas dan kualitas di dalamnya perlu dipikirkan.

“Petani kopi dalam hal ini perlu dibantu untuk mengatasi berbagai persoalan melalui teknologi,” katanya.

Jamhari menyebut pendampingan sangat diperlukan muali dari pengelolaan, pengemasan, hingga pemasaran.

“Untuk itu, adanya sekolah kopi sangat diperlukan kedepanya. Tentunya melalui sinergitas dari seluruh elemen,” ujarnya. (naf/sky)

Event