RADAR JOGJA – Tiga karya telah ditampilkan secara daring di web gugusbagong.psbk.or.id. Di antaranya Dialogia Dapur, Sujha, dan Dari Pagi Menuju Pagi. Karya-karya ini merupakan hasil kolaborasi para seniman muda dalam Festival Seni Pertunjukan Gugus Bagong 2020. Mereka menuangkan gagasan estetik dalam pertunjukan yang direkam untuk selanjutnya ditampilkan secara bergantian dengan jangka waktu 24 jam tiap karya.

“Gugus Bagong menjadi ruang inkubasi penciptaan bagi seniman-seniman. Saya berharap pengalaman dapat berkontribusi menumbuhkan kreativitas mereka. Dengan semangat kolaboratif dan antusiasme untuk step out of the box,” jelas Direktur Eksekutif Yayasan Bagong Kussudiardja Jeannie Park.

Selain menampilkan karya-karya para seniman muda tersebut, diadakan pula bincang karya. Acara ini bertujuan untuk membedah tiap karya dan menciptakan ruang dialog antar seniman untuk bertukar pikiran sebagai bentuk tanggapan atas karya-karya tersebut. Rangkaian acara ini tergabung dalam program Rubik.

Ada pula program lain, yakni Mozaik yang merupakan webinar yang membincangkan isu-isu seputar seni pertunjukan. Acara ini menghadirkan Ong Hari Wahyu, Garin Nugroho, dan Camelia Harahap. Berbagai isu dibincangkan, mulai dari mengenal seluk beluk peran di balik kesuksesan sebuah karya pertunjukan sampai pengetahuan dan pengalaman narasumber tentang lanskap makro seni pertunjukan.

Selain itu, Gugus Bagong juga turut menyajikan Presentasi Arsip Koleksi PSBK dalam program Pranala. Hal ini untuk melengkapi pembacaan realita yang terjadi dalam tubuh pertunjukan sebagai sebuah peristiwa, melalui tatapan ruang apresiasi dan kritik. Di dalamnya menampilkan beragam kliping koleksi perpustakaan PSBK, mulai dari hadirnya Pagelaran Gugus Bagong di tahun 80-an, karya-karya monumental Bagong Kussudiardja, hingga pergerakan dalam lingkup sosial-politik-budaya di kota Jogja. (*/asa/tif)

Event