RADAR JOGJA – Pandemi Corona menyebabkan banyak seniman daerah sepi pentas. Job jarang datang lagi. Tentu hal tersebut tidak boleh terlalu lama dibiarkan. Untuk membantu seniman lokal Karanganyar terdampak Corona, Pemkab Karanganyar Jawa Tengah, didukung Revo (PT Revolusi Teknologi Trans), dan Teh Sepeda Balap menggelar konser virtual via Zoom dan Youtube.

Konser Senandung Satu Nada Dua Bangsa, Suriname-Indonesia tersebut digelar untuk warga keturunan Solo dan Karanganyar di Suriname, Amerika Selatan. Warga Suriname kangen menyanyikan lagu campursari. 

‘’Warga Suriname bisa membeli tiket di tiketapasaja.com seharga Rp 90.000. Lalu mereka akan mendapat link Zoom. Mereka bisa berinteraksi dengan para penyanyi yang tampil,’’ kata ujar owner Revo Karanganyar, Kusbaroto.

Konser virtual tersebut didukung artis ternama. Di antaranya Dimas Tedjo, Whawin, Anjas Gitarani, dan Endah Laras. 

Para seniman musik tersebut akan siaran secara live sekitar dua jam di Studio GM Production di Yogyakarta dan disiarkan via Zoom dan channel Youtube. Berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2020, mulai pukul 07.00 WIB, bertepatan dengan pukul 21.00 (Hari Sabtu) waktu Suriname. 

‘’Istimewanya, acara ini, di Suriname sana, akan dihadiri Duta Besar Suriname untuk Indonesia, dan Duta Besar Indonesia untuk Suriname. Banyak warga Suriname keturunan Jawa dari Solo dan Karanganyar. Ikatan budaya dan seninya kuat,’’ ujar Kusbaroto.

Konser virtual tersebut diinisiasi Pemkab Karanganyar mengedukasi seniman setempat mencari penghasilan dengan cara baru saat pandemi. ‘’Reaksi warga Suriname di luar dugaan. Mereka berharap tiketnya segera dijual dan segera bisa berpartisipasi di acara tersebut. Bupati Karanganyar, Drs H Juliyatmono MM juga akan ikut partisipasi dalam konser virtual tersebut,’’ kata Kusbaroto. 

Untuk mendapatkan link Youtube, download aplikasi Revo (bit.ly/virtualconcert_freeticket2020). Lalu masukkan kode referal registrasi 2000014999. ‘’Kami akan kirimkan link Live Streaming Youtube ke nomor Whatsapp yang sudah terdaftar di aplikasi Revo anda,’’ ujar Kusbaroto. (*/iwa/gp)

Event