RADAR JOGJA - Seorang mahasiswa asal Provinsi Henan, Tiongkok, dikabarkan meninggal dunia setelah bermain game Genshin Impact tanpa henti selama lima hari berturut-turut.
Mahasiswa tersebut adalah seorang mahasiswa kelas tiga di Department of Computer Science and Applications of the Professional and Technical Institute of Pingdingshan.
Melansir Niche Gamer pada 1 Desember 2023, mahasiswa ini memilih untuk menghabiskan waktu selama enam bulan dengan magang di sebuah perusahaan video game sebagai bagian dari tugas sekolahnya.
Sang ayah menyatakan bahwa anaknya telah menandatangani kontrak dengan perusahaan tersebut, memberikan izin untuk bermain dan melakukan streaming selama lebih dari 240 jam dalam satu bulan.
Awalnya, mahasiswa tersebut memilih untuk bermain sepanjang hari, namun pada tanggal 5 November 2023, dia mulai bermain sepanjang malam.
Selama lima hari berturut-turut, mahasiswa tersebut terus begadang, dengan waktu terlama bermain selama sembilan jam tanpa istirahat.
Pada tanggal 10 November 2023, dia ditemukan meninggal dunia di gedung sewaan dekat sekolah saat sedang beristirahat.
Pihak berwenang masih menyelidiki kasus ini, dan meskipun dugaan awal mengarah pada kematian akibat kelelahan, investigasi terus berlanjut untuk mendapatkan gambaran kronologis yang lebih jelas.
Tanggung Jawab Perusahaan Diperdebatkan
Temuan dari saksi-saksi, terutama teman-teman korban, mengungkap bahwa perwakilan perusahaan magang memberi tahu bahwa ada potensi donasi yang lebih besar jika bermain pada malam hari.
Meskipun mahasiswa tersebut bermain sepanjang malam, dia masih harus bekerja dan belajar pada siang hari, meninggalkan sedikit waktu untuk istirahat.
Kuasa hukum perusahaan mengklarifikasi bahwa kontrak yang diberikan hanyalah perjanjian kerja sama dan tidak menunjukkan hubungan kerja antara mahasiswa dan perusahaan.
Baca Juga: Masuk Musim Penghujan Kok Belum Dilakukan Fogging di Sleman, Ternyata Begini SOP Dinkes
Namun, sebuah firma hukum di Beijing menolak penjelasan tersebut dan bersikeras untuk menuntut tanggung jawab perusahaan atas kematian mahasiswa tersebut.
Meskipun perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak memaksa streamer untuk bermain sepanjang malam, mereka telah memberikan dana santunan sebesar 5.000 yuan ($700~) kepada keluarga mahasiswa yang meninggal sebagai tanda kepedulian.
Editor : Bahana.