Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Broken Strings Buku Karya Aurelie Moeremans Dicetak, Diperebutkan PH, hingga Siap Difilmkan

M
Penulis: Magang Radar Jogja❯

Kisah Aurelie Moeremans akan dicetak dalam buku fisik hingga akan difilm kan.
Kisah Aurelie Moeremans akan dicetak dalam buku fisik hingga akan difilm kan.
 


Advertisement

RADAR JOGJA - Nama Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik.

Bukan karena proyek akting terbarunya, melainkan lewat karya paling personal yang pernah ia bagikan ke publik dan dibukukan berjudul “Broken Strings”.

Buku yang lahir dari luka masa lalu itu kini menjelma menjadi bahan bincangan publik, dibaca luas, dicetak secara fisik, hingga dilirik banyak rumah produksi untuk diadaptasi ke layar lebar.

Advertisement

Besarnya perhatian pembaca mendorong penerbit Ohara Books untuk mencetak Broken Strings dalam versi buku fisik.

Tak sekadar cetak ulang, edisi ini akan hadir dengan ilustrasi penuh warna untuk memperkuat emosi dan narasi yang dituliskan Aurelie.

Kabar tersebut dibagikan langsung oleh Aurelie melalui akun Instagram miliknya pada Senin, 12 Januari 2026.

Advertisement

“Btw buat yang mau buku fisiknya, jam 18.20 WIB aku akan post cover terbaru Broken Strings versi buku fisik. Yang mau ikut PO nanti komen ‘mau’ yaa. Pihak penerbit akan DM kalian langsung begitu PO resmi dibuka,” tulis Aurelie.

Dalam unggahan kolaborasi dengan Ohara Books, disebutkan bahwa versi hard cover ini disunting secara khusus dengan tetap menjaga ruh tulisan Aurelie, serta dilengkapi ilustrasi dari @tea.with.ami demi menghadirkan pengalaman membaca yang lebih hidup.

Tak berhenti sampai di situ, Broken Strings kini juga menjadi rebutan industri perfilman.

Aurelie mengungkapkan bahwa sejumlah production house (PH) telah menyatakan ketertarikan untuk mengadaptasi kisah tersebut menjadi film layar lebar atau serial terbatas.

“Ada beberapa PH yang tertarik.. Ada satu yang aku gak sangka-sangka! Can’t spill yet.. Takut jinx it.. TAPI AKU EXCITED BANGET, DOAIN LANCAR!” tulis Aurelie dalam saluran Instagram-nya, dikutip Selasa (13/1/2026).

Ia mengaku tidak pernah membayangkan respons sebesar ini.

Bahkan dengan nada bercanda, Aurelie menyebut dirinya “cemburu” pada bukunya sendiri.

“Apa aku harus cemburu sama buku aku ya? First time in my life sebanyak ini production houses ngejar di waktu yang sama… and it’s not even for me, it’s for Broken Strings,” tulisnya.

Namun di balik popularitas dan potensi adaptasi layar lebar, Broken Strings bukanlah proyek ambisius demi ketenaran.

Buku ini ditulis dari keberanian membuka pengalaman paling kelam dalam hidupnya, menjadi korban grooming di usia 15 tahun.

Aurelie memilih membagikan buku ini secara gratis agar bisa menjangkau sebanyak mungkin orang dengan pengalaman serupa.

“Jujur aku ga pernah nyangka akan sebanyak ini orang yang baca, support, dan ngerangkul aku sejauh ini. Nulis semua ini dengan jujur dan seterbuka itu sebenernya serem banget, tapi rasanya sekarang… aman,” ungkapnya.

Ia menggambarkan momen ini sebagai ruang aman bagi dirinya di masa kecil.

“Kayak Aurelie kecil akhirnya bisa napas lega. Karena ternyata, ada kalian. Dan kalau cerita ini bisa sedikit aja nemenin kalian, bikin ngerasa dipahami, atau ga sendirian, itu udah lebih dari cukup buat aku. Makasih ya,” tulisnya haru.

Di tengah tingginya antusiasme pembaca, Aurelie juga mengingatkan publik agar tidak membeli versi PDF berbayar yang beredar secara ilegal.

“Sedih rasanya kalau niat baik malah dijadikan keuntungan pribadi. Buku ini aku bagikan gratis supaya bisa membantu sebanyak mungkin orang,” tegasnya.

Kini, Broken Strings tak lagi sekadar buku.

Ia telah berubah menjadi ruang berbagi, pemulihan, dan harapan, sebuah bukti bahwa luka yang diceritakan dengan jujur dapat menjelma menjadi cahaya bagi banyak orang. (Raka Adichandra)

 

Advertisement
Editor : Meitika Candra Lantiva
Sumber : Instagram/@aurelie
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

HYBE Gelar HYBE CINE FEST 2026, Hadirkan Konser dan Film K-Pop di 50 Negara

HYBE Gelar HYBE CINE FEST 2026, Hadirkan Konser dan Film K-Pop di 50 Negara

Perusahaan hiburan Korea Selatan, HYBE, memperluas program hiburannya melalui festival bioskop bertajuk “HYBE CINE FEST 2026”. Festival tersebut akan menghadirkan siaran langsung konser serta film layar lebar.

Teaser Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Perjalanan Ale Temukan Harapan Hidup

Teaser Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Perjalanan Ale Temukan Harapan Hidup

Bagaimana rasanya di hari ulang tahun justru merasa tidak punya alasan untuk hidup? Itulah pembuka teaser film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati yang akan tayang November 2026. Bukan sekadar soal makanan, film ini keren.

Disutradai Rob Sixsmith, Dokumenter Skenario Sang Jendral di Netflix Bongkar Ulang Kasus Brigadir J

Disutradai Rob Sixsmith, Dokumenter Skenario Sang Jendral di Netflix Bongkar Ulang Kasus Brigadir J

Disutradai oleh Rob Sixsmith, Skenario Sang Jendral memiliki durasi 1 jam 29 menit. Dokumenter ini mengangkat rangkain peristiwa serta berbagai informasi yang berkembang di balik kasus kematian Brigadir J.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer