Sri Lestari, MpdGuru Fisika SMA Muhammadiyah 2 Jogjakarta
ADA berbagai cara untuk menambah uang jajan. Berbeda era, tentu berbeda pula caranya. Dulu saat masih SMA, saya berusaha mencari uang saku dengan membuka jasa ketik tugas. Jadi mesin ketik manual milik kakak, saya manfaatkan untuk membantu teman mengerjakan tugas yang harus diketik. Mereka kemudian membayar saya sesuai dengan tarif per halaman.Tapi saat teknologi sudah maju. Ada banyak cara bisa dilakukan untuk nambah uang jajan. Kebanyakan, jika lahannya adalah sekolah, yang dijual adalah makanan dan pulsa. Keduanya sama-sama laku keras. Beberapa anak jualan makanan karena orang tua mereka masakannya enak. Biasanya hal ini dimulai dari bekal si anak dimakan bersama-sama temannya. Ketika temannya merasa maka-nan itu enak, mulailah mereka pesan untuk dibawakan.
Selain itu, mencari tambahan uang jajan bisa juga dengan memanfaatkan hobi. Misalnya anak yang suka mendesain, dia bisa menawarkan diri untuk membuat desain kaos almamater. Hasil penjualan nanti bisa dibagi dua dengan teman lain yang bertugas menjualkan kaos.Meski kewajiban utama anak adalah sekolah. Tapi fe nomena seperti ini harus sangat didukung. Baik oleh orang tua dan sekolah. Sebab nilai pentingnya bukan pada seberapa besar keuntungan didapat dari usaha mereka. Tapi proses ber usaha itu adalah tujuan utama melatih karakter anak. Dengan berusaha mandiri mencari tambahan uang jajan dengan cara halal, mereka akan belajar tangguh, tahan banting dan bagaimana menjadi seorang anak kreatif.Karena di sekolah tidak hanya satu dua anak yang mencari tambahan uang jajan dengan cara jualan, tentu mereka juga belajar melihat realita di dunia bahwa persaingan itu ada, dan harus dihadapi dengan sportif. Bakat dan minat anak memang berbeda-beda. Tapi kalau sudah tahu dari sekarang akan kemana , jangan ragu untuk merintisnya sejak usia muda. (ata/man/ong)

Ekspresi