JOGJA – Banyaknya spesies kupu-kupu di lereng Gunung Merapi menarik perhatian empat mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY. Yakni, Rany Zeinita, Dian Rahmawati, Galay Widhiasmoro, dan Violita Bella Sandya.Selama empat hari pula, mereka mengamati dan mendata kupu-kupu tersebut. Hasilnya, ada 10 spesies kupu-kupu yang berhasil ditemukan. Kupu-kupu tersebut biasa hidup di Lereng Merapi, tepatnya di Taman Nasional Gunung Merapi, Desa Kinahrejo, Sleman.”Dari pengamatan kami memperoleh data kupu-kupu famili pieridae yang ditemukan di Taman Nasional Gunung Merapi, Desa Kinahrejo, Sleman ada sebanyak 10 spesies,” kata Rani, kemarin.
Ke-10 kupu itu, Delias hyparete, Delias pasithoe, Catopsilia pomona, Catopsilia scylla, Eurema hecabe, Eurema blanda, Eurema andersonii, Eurema simulatrix, Eurema brigitta, dan Eurema sari-sari. Kupu-kupu famili pieredae ini memiliki pola venasi sayap umum. Di sayap ke depan, jari-jari akan dibagi menjadi tiga atau empat cabang.Dalam beberapa kupu-kupu oranye-ujung, radius terbagi menjadi lima cabang. Yaitu Whites, sulphurs, kuning, dan anggota keluarga lainnya semua memiliki tiga pasang kaki berjalan. Tidak seperti di kupu-kupu sikat-kaki, kaki depan yang dimodifikasi dan tidak digunakan untuk berjalan.”Pengamatan kami dilakukan di enam lokasi penjelajahan yaitu lokasi pertama sekitar pintu masuk Desa Kinahrejo dan menuju ke area reboisasi tanaman keras. Lokasi kedua di sekitar kebun warga. Lokasi ketiga di sekitaran hutan. Lokasi keempat di bekas perumahan warga. Lokasi kelima di sekitaran rumah Alm Mbah Marijan, dan lokasi keenam di puncak (batas jalan aspal),” terang Dian.
Selama ini, kupu-kupu famili pieridae dikenal sebagai serangga penyerbuk tanaman. Membantu bunga-bunga berkembang menjadi buah. Bagi petani, kupu-kupu tersebut bermanfaat untuk membantu jalannya penyerbukan tanaman.Kupu-kupu sering dijadikan sebagai indikator perubahan lingkungan yang terjadi di Kinahrejo setelah erupsi Merapi 2010. Apakah keadaan Merapi sudah mengalami perubahan yang normal kembali atau belum.”Kami meneliti kupu-kupu famili pieredae karena famili ini merupakan kelompok kupu-kupu yang paling banyak. Termasuk kupu-kupu yang umum dikenal berwarna putih, kuning, oranye, dan banyak spesies bertanda hitam di pinggiran sayap atau bintik-bintik,” beber Dian. (mar/iwa)

Ekspresi