BANYAK cara untuk menimba ilmu alias belajar. Karena belajar enggak selalu identik dengan sekolah. Sehingga pelajaran yang diberikan itu enggak selalu harus diberikan di sekolah dengan sebuah bangunan kokoh yang dikelilingi tembok. Sekarang, yang namanya menimba ilmu ato belajar itu bisa diakses dimana saja. Pernahkah berangan-angan mencari ilmu itu bisa dilakukan di taman bersama banyak orang penuh dengan rasa suka cita? Pernahkan terbayang akan sebuah tempat belajar yang enggak lagi dibatasi tembok?
Tempat belajar itu memang bisa dimana saja, termasuk di tempat terbuka seperti taman. Sehingga semua orang bisa datang, belajar dengan senang, dan mendapatkan ilmu dengan gembira tanpa dibatasi tembok kokoh. Sepintas memang menyenangkan. Tapi itu memang nyata-nyata ada. Karena berangkat dari angan-angan dan keinginan berbagi ilmu dengan gembira maka lahirlah sebuah komunitas Akademi Berbagi (Akber) yang diprakarsai Ainun Chomsun (@pasarsapi). Yaitu sebuah komunitas dengan konsep membuat kelas belajar gratis dengan pengajar praktisi dan para ahli yang memiliki kompetensi di bidangnya. Sehingga enggak cuma kasih ilmu, tapi juga mengajarkan pengalaman dan wawasan. Mendengarkan langsung dari para pelaku agar sadar bahwa di dunia ini enggak ada kesuksesan yang instant. Semua ada proses, butuh perjuangan dan waktu. Kelasnya pun dapat dimana aja, di taman kota, ato tempat terbuka lainnya. “Pengajarnya dari para praktisi. Kita yang mengidolakan sosoknya karena pekerjaan ato aksinya. Ketika disapa di twitter aja kita senengnya minta ampun. Nah, sekarang mereka bisa hadir di depan mata, bahkan berbagi pengalaman hidup,” ungkap Muhammad Wahdadan kepala sekolah Akber Jogja.
Yang namanya Akademi berbagi itu awalnya di Jakarta, kini mereka udah berbagi kesempatan belajar gratis di hampir 34 kota di Indonesia. Social media membuat mereka terhubung dan berkomunikasi dengan banyak orang hebat dan komunitas inipun terus berkembang. Seperti hal yang saling menguntungkan. Para praktisi dengan senang membagikan ilmunya ke para siswa. Komunitas ini akan kasih fasilitas untuk mendatangkan praktisi tersebut. Sederet praktisi di Indonesia yang pernah share di kelas akber itu antara lain Rene CC, Billy Boen, Allisa Wahid, dan sederet nama besar lainnya.
Yang bergabung dalam akber rata-rata siswa, kebanyakan anak SMA dan mahasiswa dengan keinginan yang menggebu dan rasa keinginantahuan yang enggak ada abisnya. “Ada banyak cerita dari sosok yang diidolakan. Mereka kemudian jadi guru sehari kita. Mungkin secara teori bisa didapatkan di sekolah. Tapi untuk cerita pengalaman yang bisa memotivasi cita-cita kita apalagi secara gratis, ya di sini,” ungkap Axeline Gretty Woworuntu yang pernah menjajal kelas Akademi Berbagi.
Memang, semua itu diawali dari sebuah gerakan kecil. Ternyata mimpi mereka itupun terwujud. Enggak hanya mimpi kemudian hilang, tapi mewujudkannya. Semua orang bisa belajar tanpa batas. Semua punya kesempatan sama. Enggak ada perbedaan geografis, karena ilmu itu hak semua warga dan menjadi jejaring networking. Dengan begitu tiap orang bisa mendapatkan haknya untuk belajar dengan tidak terbatasi. (rin/man)

Ekspresi