PURWOREJO - Ketersediaan beras di wilayah DIJ dan Jawa Tengah dipastikan aman selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Stok beras yang tersedia saat ini juga dipastikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri mendatang.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jogjakarta Dedi Aprilyadi menegaskan, tak ada kendala terkait pasokan beras di wilayah DIJ maupun Jawa Tengah.
Berbagai intervensi ke depan akan dilakukan Bulog agar pasokan beras tetap terjaga. "Stok kami khususnya bahan pokok beras cukup," ungkapnya kepada Radar Jogja, Senin (16/2).
Dia menyebut, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog per hari ini sebanyak 125.000 ton. Jumlah tersebut merupakan akumulasi yang tersedia di lima kabupaten/kota di DIJ. Kemudian 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah di bawah ampuan Kantor Cabang Magelang dan Banyumas.
Dedi menjelaskan, Bulog punya tiga pilar utama dalam menjalankan penugasan negara. Yaitu memastikan keterjangkauan, ketersedian dan stabilisasi bahan pangan pokok.
Dalam hal ini, kata dia, Bulog akan terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kebijakan guna memperluas akses pangan murah. "Proses suplai tinggal menunggu penugasan dari Bappenas. Kami jalankan melalui program beras SPHP," jelasnya.
Selain beras, Bulog Kanwil Jogjakarta juga memastikan ketersediaan stok minyak pemerintah, yaitu Minyakita. Adapun pasokan minyak yang tersedia saat ini sebanyak 920.000 liter.
Jumlah tersebut dipastikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama ramadan hingga lebaran. "Peta Minyakita di DIJ sudah hijau pekat. Kantor Magelang dan Banyumas juga aman," jelasnya.
Kepala Gudang Bulog Purworejo Sidik Sugiharto menambahkan, upaya strategis akan dilakukan untuk menjaga pasokan maupun stabilitas harga selama periode ramadan dan lebaran.
Dengan pasokan yang terjaga, masyarakat diimbau tetap berbelanja secara bijak tanpa melakukan pembelian berlebihan. "Masyarakat jangang khawatir. Stok sekarang cukup untuk kebutuhan Ramadan sampai Idul Fitri" ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo