Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Emas Meroket, Penjualan di Galeri 24 Pegadaian Jogja Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 8 Februari 2026 | 12:20 WIB
Kepala Departemen Non Gadai PT Pegadaian Area Jogjakarta, Prayitno.
Kepala Departemen Non Gadai PT Pegadaian Area Jogjakarta, Prayitno.

JOGJA – Investasi emas kian menjadi primadona bagi masyarakat dalam dua tahun terakhir sebagai instrumen pelindung nilai kekayaan yang paling diminati.

Fenomena ini tercermin jelas pada lonjakan penjualan yang signifikan di Galeri 24, gerai retail emas milik PT Pegadaian.

Tak tanggung-tanggung, volume penjualan emas di instansi plat merah ini tercatat meningkat hingga dua kali lipat hanya dalam kurun waktu satu tahun.

​Kepala Departemen Non Gadai PT Pegadaian Area Jogjakarta, Prayitno SE, mengungkapkan bahwa komoditas emas telah menjadi pilihan investasi turun-temurun yang sulit digantikan.

Ia mengibaratkan karakter emas seperti sterofoam di atas air; sebuah aset yang akan selalu mengapung mengikuti arus ekonomi.

Jika air tersebut surut, emas tetap berada di atas, dan jika air naik akibat inflasi, secara otomatis harga emas akan ikut naik mengikuti kenaikan tersebut.

Keunggulan utamanya terletak pada stabilitas nilai dan kemudahan aset ini untuk dicairkan dalam waktu singkat saat pemiliknya membutuhkan dana tunai.

​Lonjakan harga emas yang cukup ekstrem sejak awal 2024 ternyata tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli.

Sebaliknya, ketidakpastian geopolitik global seperti perang dagang maupun konflik fisik di berbagai belahan dunia justru memicu warga untuk mengamankan aset mereka ke dalam bentuk logam mulia.

Prayitno mencatat, pada Desember 2024 akumulasi penjualan emas mencapai 534 kilogram.

Namun, memasuki Desember 2025, angka tersebut melesat tajam menjadi 1,1 ton.

Hal ini menunjukkan bahwa hanya dalam satu tahun, terjadi kenaikan penjualan lebih dari 600 kilogram emas.

​Tingginya antusiasme ini juga terlihat dari antrean fisik di berbagai gerai.

Prayitno menceritakan fenomena unik yang terjadi di Galeri 24 cabang Lempuyangan, Jogja.

Banyak calon pembeli yang rela datang sejak pukul 01.00 dini hari dan membawa tikar untuk mengantre, padahal gerai baru dibuka pada pukul 07.00 pagi.

Tren ini kini didominasi oleh wajah-wajah baru dari kalangan ibu-ibu muda generasi milenial untuk pembelian fisik, serta generasi milenial dan Gen Z untuk investasi emas digital melalui aplikasi Tring.

​Masyarakat kini juga semakin melek teknologi dengan memanfaatkan platform digital untuk menabung emas.

PT Pegadaian menjamin ketersediaan stok emas fisik melalui kerja sama dengan Antam, sehingga nasabah tidak perlu khawatir akan keamanan investasinya.

Melalui aplikasi digital, masyarakat dapat menabung dengan nominal berapapun sesuai kemampuan.

Begitu saldo mencapai satu gram, nasabah memiliki fleksibilitas penuh untuk mencetak emas fisik, menjualnya kembali, atau bahkan menggadaikannya secara langsung melalui aplikasi tanpa harus repot datang ke kantor cabang. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#investasi emas #gadai emas #emas antam #pegadaian