Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Danantara Siap Kelola Aset Negara Senilai Rp16.800 Triliun, Termasuk GBK dan Aset Produktif Setneg!

Bahana. • Selasa, 29 April 2025 | 21:18 WIB
Danantara
Danantara

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan langkah strategis terbaru lembaganya berupa pengambilalihan pengelolaan aset-aset milik negara yang sebelumnya berada di bawah naungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Salah satu aset paling ikonik yang akan masuk ke dalam pengelolaan Danantara adalah kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

“Jadi GBK dan seluruh lokasi yang ada di sini, pesan beliau (Presiden Prabowo), akan dimasukkan ke dalam Danantara,” ujar Rosan dalam acara Town Hall Meeting di JCC Senayan, Senin (28/4).

Hal ini menandai perluasan mandat Danantara, yang sebelumnya hanya berfokus pada pengelolaan aset milik BUMN.

Menurut Rosan, nilai aset negara di bawah Kemensetneg yang akan dialihkan ke Danantara mencapai US$25 miliar atau sekitar Rp420 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.812 per dolar AS).

Aset ini akan menambah nilai assets under management (AUM) Danantara, yang sebelumnya sudah mencapai US$980 miliar dari pengelolaan 844 entitas perusahaan BUMN, mulai dari perusahaan induk hingga anak, cucu, bahkan cicit perusahaan.

“Total aset yang akan kami kelola akan mencapai US$1 triliun, atau sekitar Rp16.800 triliun,” kata Rosan.

Angka ini sesuai dengan target ambisius yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan Super Holding BUMN ini secara resmi pada 24 Februari 2025.

Rosan menegaskan bahwa sejak resmi beroperasi penuh pada 21 Maret 2025, Danantara bergerak cepat melakukan konsolidasi, terutama terhadap perusahaan-perusahaan besar yang berperan penting bagi perekonomian nasional.

Bukan hanya Perseroan Terbatas (PT), perusahaan berbentuk Perusahaan Umum (Perum) juga turut masuk dalam portofolio pengelolaan.

“Sekarang seluruh perusahaan tersebut, termasuk yang besar-besar, sudah menjadi bagian dari Danantara,” jelas Rosan.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme tinggi terhadap lembaga ini.

Ia meyakini bahwa jika aset sebesar US$1 triliun tersebut dikelola dengan baik, hasilnya bisa jauh lebih besar dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Abel Alma Putri

Editor : Bahana.
#Danantara #aset negara