Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diskon Tarif Listrik Masih Berdampak, DIY Alami Deflasi Cukup Dalam pada Februari 2025

Gregorius Bramantyo • Kamis, 6 Maret 2025 | 08:10 WIB

Ilustrasi penghematan listrik.
Ilustrasi penghematan listrik.


JOGJA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY mencatat perkembangan harga di DIY mengalami penurunan akibat dampak pemberian diskon tarif listrik selama dua bulan pertama tahun 2025.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY bulan Februari 2025 tercatat deflasi sebesar 0,86 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). Lebih rendah dibandingkan bulan Januari 2025 sebesar 0,35 persen. Dengan perkembangan tersebut IHK DIY secara tahunan mengalami deflasi sebesar 0,30% (yoy).

Selain itu, komoditas sigaret kretek mesin (SKM) (0,05% mtm) dan sigaret kretek tangan (SKT) (0,05% mtm) pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau masing-masing turut memberikan andil inflasi. Hal ini didorong oleh penyesuaian Harga Jual Eceran (HJE) minimum yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 97 Tahun 2024.

Mencermati kondisi tersebut, BI DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY mengapresiasi peran aktif seluruh pihak yang telah bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan sinergi pengendalian inflasi pada 2025. Mengacu pada risiko ke depan, BI DIY optimistis inflasi DIY tahun 2025 dapat terjaga pada kisaran target sasaran nasional sebesar 2,5 plus minus 1 persen.

”Kondisi tersebut didukung oleh upaya TPID DIY dalam kerangka 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DIY,” jelas Ibrahim.

Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan, deflasi pada bulan Februari 2025 merupakan yang terdalam dalam beberapa waktu terakhir. Angka deflasi sebesar 0,86 persen di mana baru berjalan dua bulan dirasa masih belum dalam tahap aman. Mengingat tarif listrik masih berpotensi terjadi kenaikan yang akan mengakibatkan inflasi. “Untuk tahun 2025 secara berurutan (Januari-Februari) Provinsi DIY mengalami deflasi,” katanya. (tyo)

 

Editor : Heru Pratomo
#BI #bps #yoy #diskon tarif listrik #DIY #deflasi #IHK