JOGJA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) DIJ mendukung program tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan menyuplai rumah komersial. Pada tahun ini, DPD REI DIJ menargetkan menyuplai rumah komersial sebanyak empat ribu unit di DIJ.
Ketua DPD REI DIJ Ilham Muhammad Nur mengatakan, program tiga juta rumah tidak hanya terbatas pada rumah subsidi saja. Berdasarkan undang-undang tentang perumahan, kategori rumah meliputi rumah komersial, rumah umum atau rumah subsidi, rumah swadaya, rumah khusus, hingga rumah karena bencana.
Sementara sumbangan REI DIJ untuk program tiga juta rumah adalah rumah komersial. “Kami targetkan empat ribu unit di Jogja tahun ini karena berkembangnya rumah swadaya di Jogja sangat masif,” katanya, Rabu (15/1).
Dia mengakui, pihaknya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan rumah subsidi di DIJ. Hal itu disebabkan tingginya harga tanah. Ilham menyebut, tanah merupakan komponen utama yang membentuk harga pokok penjualan (HPP). “Kondisi riil di Jogja menjadi tugas berat kami untuk memenuhi suplai rumah subsidi. Harga tanah kita (di DIJ) sudah sangat tinggi. Kalau harga tanah tinggi, maka harga rumah tinggi,” ujarnya.
Ilham juga menuturkan backlog atau kesenjangan antara pasokan dan permintaan di DIJ masih tinggi. Berdasarkan data tahun 2018, backlog perumahan di DIJ sebesar 12 ribu. Menurutnya, backlog perumahan di DIJ meningkat setiap tahun. “Karena ada tambahan warga baru. Jadi ketika misalnya sudah menikah, itu akan didata sebagai orang yang seharusnya punya rumah,” jelasnya.
Dia menyebut, meskipun ada program tiga juta rumah, namun dirasa masih akan sulit mengejar backlog di DIJ. Menurutnya, saat ini masih ada kebutuhan rumah yang belum terpenuhi di DIJ sebanyak 12 ribu unit. Jumlah itu dipastikan bertambah setiap tahun karena kemampuan pasokan yang belum bisa mengimbangi permintaan rumah akibat pertambahan penduduk.“Sektor properti perlu terus didukung untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat, salah satunya melalui kemudahan perizinan,” ucap Ilham. (tyo/pra)
Editor : Heru Pratomo