Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Triwulan 3 2025 Ekonomi DIY Tumbuh Impresif, BPS Ingatkan Masih Rentan Tekanan

F
Penulis: Fahmi Fahriza❯
Ramai: Suasana Pantai Parangtritis di Long Weekend IdulAdha Minggu (8/6)
Ramai: Suasana Pantai Parangtritis di Long Weekend IdulAdha Minggu (8/6)

 


Advertisement

JOGJA - Perekonomian Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pada triwulan III-2025 mencatat kinerja positif. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIJ Herum Fajarwati menyampaikan, bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIJ atas dasar harga berlaku mencapai Rp51,97 triliun, dengan pertumbuhan tahunan (y-on-y) 5,40 persen, tertinggi di antara provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

 

"Ekonomi DIJ tumbuh impresif sebesar 5,40 persen secara tahunan, lalu pertumbuhan kumulatif hingga triwulan III juga kuat di angka 5,34 persen," katanya, Sabtu (29/11).

Advertisement

 

Meski demikian, kinerja ekonomi DIJ tidak sepenuhnya tanpa tekanan. Secara kuartalan (q-to-q), pertumbuhan hanya 0,23 persen, cukup melambat dibanding triwulan sebelumnya.

Perlambatan ini dipicu oleh kontraksi sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar -6,43 persen, serta Jasa Lainnya -7,88 persen pascalibur lebaran.

Advertisement

 

Selanjutnya, di sisi pengeluaran, penurunan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) sebesar -1,79 persen dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) sebesar -4,87 persen ikut menekan laju pertumbuhan. Namun, Herum menegaskan bahwa sejumlah sektor masih menjadi penahan utama perlambatan. 

 

"Sektor Konstruksi yang tumbuh 10,37 persen dan PMTB yang meningkat 8,02 persen berperan menjaga ekonomi DIJ tetap stabil," katanya.

Disampaikannya, struktur perekonomian DIJ pada triwulan III-2025 masih didominasi konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 60,92 persen, disusul Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 37,65 persen.

Sementara dari sisi lapangan usaha, penopang terbesar ekonomi DIJ berasal dari Industri Pengolahan (11,69 persen), Konstruksi (10,31 persen), serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (10,18 persen).

 

Di tengah capaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi, ahli mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi tetap perlu diantisipasi. Pengamat ekonomi sekaligus Kepala Departemen Manajemen FEB UGM I Wayan Nuka Lantara, menilai masyarakat perlu lebih cermat dalam mengelola pengeluaran dan menyiapkan dana cadangan.

"Kita tidak tahu kondisi perekonomian ke depan seperti apa, jadi idealnya harus memperkuat saving. Kurangi pembelian barang atau hiburan yang hanya memberi kesenangan sesaat," ujar Wayan.

 

Menurutnya, tantangan ekonomi ke depan, termasuk potensi PHK dan tekanan inflasi, menuntut rumah tangga memiliki kesiapan finansial. 

 

"Penting untuk saving, tapi itu juga harus dialihkan ke aset yang return-nya lebih tinggi," katanya.

 

Ia merekomendasikan instrumen dengan risiko terukur seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI), reksadana, atau saham berfundamental kuat. 

"Obligasi yang paling aman karena bunganya tetap. Saham juga bisa jadi alternatif, asalkan perusahaan jelas dan stabil," tambahnya.

 

Lebih lanjut, Wayan juga menekankan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat tidak terjebak investasi berisiko tinggi. Menurutnya, memulai investasi sejak dini akan memberi manfaat signifikan. 

 

"Tidak ada kata terlambat. Satu-satunya cara melawan inflasi adalah memiliki aset yang tahan terhadap inflasi," tegasnya. (iza)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

EHEF 2026 Hadirkan 69 Kampus Eropa di UGM, Tawarkan 1.000 Beasiswa untuk Pelajar Indonesia

EHEF 2026 Hadirkan 69 Kampus Eropa di UGM, Tawarkan 1.000 Beasiswa untuk Pelajar Indonesia

EHEF 2026 di GIK UGM menghadirkan 69 kampus Eropa dan menawarkan informasi beasiswa. Tim Eropa menyediakan lebih dari 1.000 beasiswa bagi pelajar Indonesia setiap tahun.

Semangat Lansia Guwosari; Bahagia saat Lihat Simbah-Simbah Senang Ikuti Kelas

Semangat Lansia Guwosari; Bahagia saat Lihat Simbah-Simbah Senang Ikuti Kelas

Pensil warna hijau menjadi rebutan di tengah kegiatan mewarnai. Seorang lansia ingin menggunakan, tetapi peserta lain menginginkan warna yang sama. Suasana kelas pun riuh oleh percakapan dan keinginan sederhana yang meng

UGM Siapkan 600 Ton Benih Padi Gamagora 7, Dukung Produktivitas Pertanian

UGM Siapkan 600 Ton Benih Padi Gamagora 7, Dukung Produktivitas Pertanian

niversitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan 600 ton benih padi unggul Gamagora 7 untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Sebanyak 170 ton benih telah disalurkan kepada petani melalui skema calon petani dan ..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer