RADAR JOGJA – Setelah sukses menggelar pameran seni lokal kain kita (Seloka), Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinperkop UKM) Kota Jogja kembali menggelar event bertajuk The Lokstop. Memamerkan produk dari pelaku UKM, meliputi kerajinan, kuliner maupun fesyen. The Lokstop digelar selama enam hari, mulai 18-23 Mei.

Kepala Dinperkop UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto menjelasakn, kegiatan ini digelar sebagai upaya mendukung promosi pelaku UKM di 14 kemantren. Sehingga diharapkan dapat memantik kunjungan wisata domestik hingga wisatawan mancanegara.

Menurutnya, ada 32 pelaku UKM yang lolos kurasi untuk event The Lokstop. Dari total pelaku UKM yang mendaftar sebanyak 147 peserta. Mereka tidak hanya menggelar pameran, namun juga mendapatkan pembinaan. “Akan ada launching peningkatan produk dalam negeri,” ungkap pria yang akrab disapa Totok dalam sambutannya kemarin (18/5).

Totok menambahkan, event ini tak jauh beda dari Seloka. Yakni sebagai upaya untuk memutar kembali ekonomi lokal dan turut mencintai produk dalam negeri. Diakuinya, event Seloka berhasil meningkatkan penjualan pelaku industri kecil menengah (IKM). Terbukti dari 30 peserta mengalami limit pemesanan. Hal ini pun mendorong dinas untuk terus memasukkan kegiatan Seloka dalam kalender event tahunan. “Dinas tuman ingin mengadakan pameran lagi,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengapresiasi kegiatan yang ada. Pasalnya berdampak positif bagi masyarakat dan sebagai tanda upaya pemulihan ekonomi. Dia pun mengajak seluruh aparatur negeri sipil (ASN) untuk turut membeli produk UKM. Seperti kain batik atau kerajinan kain lainnya. Mengingat adanya kebijakan penggunaan batik kain lainnya bagi ASN di hari tertentu. “Paling tidak satu ASN itu punya empat baju serep,” katanya.

Jika total ASN sekitar 10 ribu, lanjutnya, maka kebutuhan sekunder bagi ASN tergolong tinggi. “Kalau semua beli kan banyak. Saya telah meminta agar tidak takut (perajin, Red) berproduksi lebih banyak,” sambungnya. (mel/eno/ila)

Ekonomi