RADAR JOGJA – AlfaCorp terus melakukan inovasi sebagai wujud edukasi bisnis. Salah satu bukti nyata adalah Alfamind. Wujudnya berupa platform bisnis online bagi pelaku usaha. Fokusnya membantu unit usaha yang sedang memulai atau menjalani bisnisnya.

Regional Manager Alfamind Jogja Muhamad Nasir menjelaskan Alfamind kini telah menjadi peluang pendapatan sampingan yang menjanjikan. Di Jogja saja, sekitar 3500 store owner sudah menjadi mitra dari Alfamind.

Skema ini memungkinkan siapa saja memiliki toko virtual dengan modal yang sangat minim. Cukup dengan top up saldo minimal Rp 20 ribu saja bisa langsung buka toko.

“Memang didominasi ibu rumah tangga, tetapi ada juga yang karyawan swasta, negeri, perbankan, dan lain-lain. Tidak hanya untuk emak-emak atau perempuan saja, ada juga yang laki-laki. Alfamind ini memungkinkan untuk berwirausaha di mana saja,” jelasnya saat ditemui di Alfa X Tamansiswa Kota Jogja, Selasa (10/5)

Benar saja, salah satu store owner Alfamind, Elizabeth Ratna Sulistianidewi, 54, menceritakan pengalaman serunya. Sambil rebahan, dengan bermodal gawai pintar bisa memasarkan berbagai produk. Tentunya dengan memanfaatkan jaringan pertemanan.

Sejak bergabung pada 3 Maret 2020, toko virtualnya terus berkembang. Bahkan omzetnya pernah mencapai Rp. 18 juta dalam satu bulan. Padahal pada awalnya Elizabeth masih gagap teknologi.

“Saya ini gagap teknologi (gaptek), bikin status whatsapp saja saya nggak bisa,” katanya. Untungnya, Alfamind tidak hanya menyediakan platform. Mereka juga memfasilitasi pelatihan dan pendampingan. Tujuannya agar usaha rekanan pelaku usaha terus berkembang.

Pengalaman ini juga dirasakan Santi Novita, 45. Ibu empat anak ini merasa berbisnis dengan Alfamind jauh lebih mudah ketimbang membuka online shop di platform lain.

“Jadi saya enggak repot, enggak perlu nganter ke ekspedisi, nggak susah bungkus pesanan dan lain-lain,” ujarnya.

Tak mau ketinggalan, Rizki Amalia Fauziati, 39, juga menceritakan pengalamannya setelah bergabung dengan Alfamind. Amalia dapat menjalankan berbagai strategi agar lapaknya laris manis. Salah satunya dengan memberikan potongan khusus bagi para customer.

“Harus pintar-pintar mengelola pelanggan. Tidak hanya biar mau beli terus udah. Tapi juga biar beli terus karena percaya,” katanya. (*/asa/dwi)

Ekonomi