RADAR JOGJA – Pertumbuhan teknologi digital beberapa waktu belakangan ini telah membawa pengaruh besar ke dalam segala lini kehidupan manusia. Tidak terkecuali di Indonesia, adopsi teknologi digital mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam dengan indikator peningkatan jumlah pengguna dengan fungsi yang beragam. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kemenkominfo, pengguna internet di Indonesia pada awal tahun 2022 sudah mencapai 202,35 juta orang.

Menurut juru bicara Kemenkominfo Dedy Permadi, sebanyak 202,35 juta masyarakat Indonesia yang telah menggunakan internet tersebut tersebut menunjukkan semakin tingginya intensifnya digitalisasi yang terjadi di dalam masyarakat. Pernyataan tersebut menjadi sangat relevan Ketika melihat pada kondisi pandemi Covid-19 dimana hampir seluruh lini kehidupan masyarakat terisi oleh penggunaan teknologi digital dan internet alih-alih untuk dapat menjalankan kehidupannya ditengah merebaknya virus yang belum bisa diprediksi sampai kapan berakhirnya.

Berkembang pesatnya perusahaan e-commerce juga menjadi geliat yang besar dalam pertumbuhan ekonomi ditengah pandemi yang masih berlangsung sampai dengan saat ini. Berbagai solusi dalam bentuk aplikasi maupun berbasis web muncul sebagai jawaban dari setiap kebutuhan manusia termasuk di Indonesia.

Melihat hal itu, PT Goklik Digital Nusantara sebuah perusahaan teknologi asal Jogjakarta baru-baru ini meluncurkan sebuah solusi sederhana dan tepat guna untuk membantu para pelaku usaha mikro atau UMKM, baik barang maupun jasa yaitu Goklik.

CEO Goklik Fiter Bagus Cahyono mengatakan, dengan pertumbuhan ekonomi digital yang sangat tinggi, UMKM Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk bisa turut menikmati manisnya ekosistem digital di negaranya sendiri. “Bayangkan bila ada platform teknologi yang bisa membuat seorang pedagang di Malioboro bisa secara mandiri mempunyai simple website untuk berjualan produk-produknya dan dengan mudah bisa membagikan link-nya ke semua pelanggan yang dimiliki. Pasti akan membantu dirinya untuk bisa menghasilkan keuntungan lebih melalui tambahan penjualan online yang selama ini tidak pernah dia bayangkan untuk bisa dimiliki secara mandiri, mudah, dan gratis,” ucap Fiter Bagus.

Pada kesempatan yang sama, co-founder Goklik Bachtiar Rifa’i menambahkan dengan lebih rinci bahwa masih banyak UMKM Indonesia yang belum bisa menikmati kemudahan dan potensi berjualan di ekosistem digital.

“Menurut data dari Kementerian Operasi dan UKM, di pertengahan tahun 2021 saja baru sekitar 15,3 juta UMKM yang sudah sudah masuk kedalam ekosistem digital, padahal total UMKM ada 64,2 juta. Artinya baru sekitar 24% UMKM yang sudah digital, jadi tantangan dan peluangnya masih sangat besar. Untuk itu, para pelaku UMKM harus mempunyai ekosistem ekonomi digital yang gratis, massif, dan berorientasi pada kemajuan seluruh penghuninya dan Goklik hadir dengan cita-cita tersebut,” ucap Bachtiar.

Dalam rangka peluncurannya, Goklik berencana untuk melakukan serangkaian kegiatan berupa workshop gratis tentang penerapan teknologi digital yang tepat guna dan efektif bagi para komunitas, asosiasi, maupun organisasi pedagang, penyedia jasa, konten kreator, maupun pihak lain yang tertarik untuk bisa memanfaatkan peluang di ekosistem digital dengan cara gratis, benar, dan efektif. (obi/ila)

Ekonomi