RADAR JOGJA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas mengajak para pelaku usaha menyelami era ekonomi digital. Ini guna menghadapi perkembangan tantangan jaman di dunia digital. Sehingga tetap memiliki daya saing dalam bidang ekonomi.

Tak hanya itu, gerakan ini sudah diawali oleh Muhammadiyah. Sehingga dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya. Sehingga seluruh lapisan ekonomi dapat bertahan dan berkembang kedepannya. Tentunya bertujuan menaikan tarah hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya memang melihat era sekarang era digital. Kalau kita tidak memasuki bisnis ini ya maka kemungkinan besar kita akan tertinggal dan kita akan disalip oleh orang lain,” jelas Anwar Abbas saat membuka acara penandatanganan kerjasama antara Muhammadiyah dan startup social-commerce Evermos di Kantor PP Muhammadiyah Jogjakarta, Kamis (3/2).

Anwar menuturkan kolaborasi dengan Evermos adalah bukti keseriusan Muhammadiyah. Terlebih inisiator startup ini merupakan kader Muhammadiyah. Sehingga memiliki visi dan misi yang sama dalam membantu masyarakat untuk meningkatkan produktifitasnya.

Sistem ini dapat mempertemukan produsen dan konsumen. Sehingga pemasaran lebih optimal dan tepat sasaran. Sehingga capaian produksi dan penjualan maksimal.

“Juga membantu mereka memasarkan produk di media digital. Kami harapkan mereka yang berada di ekonomi lapis bawah bisa terangkat dengan kehadiran sistem ini,” katanya.

Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Herry Zudianto mengatakan saat ini adalah era kemajuan di bidang informasi digital. Apabila kaku, maka bisa tertinggal dalam persaingan. Terutama dalam sektor ekonomi.

Ekonomi digital, lanjutnya, ibarat ekosistem bagi UMKM. Memiliki tantangan tapi juga ada manfaat yang besar. Apabila dikelola dengan baik, maka dukung ke sektor perekonomian sangatlah tinggi.

“Mau tidak mau ya kita semua pasti harus mengikuti era aturan main yang baru. Khususnya generasi muda katakanlah UMKM tapi dulu dari orang tuanya, bisa melanjutkan tentunya dengan format baru di era digital ini,” ujarnya.

Ceo dan Co-founder Evermos Ghufron Mustaqim menuturkan pihaknya memiliki jaringan yang kuat. Produk yang masuk akan ditawarkan kepada lebih dari 100 ribu lebih reseller. Beragam produk mulai dari fesyen, kebutuhan rohani, perlengkapan rumah tangga hingga kebutuhan pokok.

“Evermos dan Muhammadiyah memiliki kepentingan yang selaras dalam memberdayakan ekonomi umat dan memajukan halal economy,” katanya. (dwi)

Ekonomi