RADAR JOGJA – Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam X mendorong agar pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jogjakarta terus bergeliat. Menurutnya potensi produk yang dimiliki tidak kalah saing. Langkah selanjutnya adalah meningkatkan segmen pasar.

Promosi produk UMKM, menurutnya, harus terus bergulir. Salah satu celah yang bisa dimanfaatkan adalah teknologi informasi. Memanfaatkan jaringan internet yang luas untuk menjangkau pembeli. Tak hanya di lingkup lokal tapi juga  hingga nasional bahkan pasar internasional.

“Promosi dikemas dengan semenarik dan sedetil mungkin untuk menarik minat pembeli. Memanfaatkan teknologi internet untuk menawarkan produk andalan. Produk UMKM Jogjakarta itu potensinya sangat melimpah dan kualitasnya tidak kalah,” jelasnya ditemui dalam pameran Yogya Small and Medium Enterprise (SME) Expo 2021 di Satoria Hotel Sleman, Jumat (17/12),

Cara lain adalah terlibat aktif dalam setiap pameran UMKM. Promosi ini dapat mengenalkan secara langsung dengan calon pembelinya. Ini karena produk unggulan UMKM dapat dilihat secara langsung.

Hanya saja dia berpesan agar para pelaku UMKM menghadirkan kemasan yang menarik. Tujuannya agar mampu menarik perhatian calon pembeli. Diimbangi pula dengan kualitas yang mumpuni dan terjamin.

“Kalau ada pameran bisa ikut sebagai ajang promo produk-produknya. Seperti dalam pameran SME ini, produk-produk yang hadir sangatlah menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi,” katanya.

Pameran Yogya SME Expo 2021 sendiri menghadirkan 50 pelaku UMKM. Beragam produk kreatif hadir di setiap stan pameran. Mulai dari kuliner hingga beragam produk fesyen.

Ketua Pameran Yogya SME Expo 2021 Zayanti Zaidir menuturkan ide pameran ini berangkat dari keresahan pelaku UMKM. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19. Menyebabkan pemasaran tersendat dan nyaris berhenti.

“Hampir 2 tahun kondisi pandemi membuat pelaku UMKM tiarap. Adanya pameran ini harapannya jadi suatu pencerahan agar bisa bangkit lagi. Sehingga roda perekonomian dapat terus berjalan,” ujarnya.

Hampir sama dengan industri besar, UMKM, lanjutnya memiliki sistem pemasaran yang konsisten. Perlu kerja ekstra agar prpduk-produk bisa dikenal khalayak publik. Beragam teknik pemasaran diterapkan baik melalui pameran hingga promosi digital.

“Produk lokalnya tidak kalah dengan produk luar negeri, kualitas sangat bagus, punya produksi baik.Tapi kadang pemasaran belum terlalu bagus dan tidak punya tempat. Maka dari itu kami bertekad untuk mempromosikan bersama,” katanya.

Sayangnya tidak semua usaha berbuah manis. Ditambah adanya pandemi Covid-19 membuat sejumlah sektor tiarap. Tak hanya promosi dan produksi UMKM tapi juga ketiadaan pembeli. Sehingga perlu kerjasama antar pelaku UMKM dalam mempromosikan produk.

“Itulah mengapa kami memilih (pameran UMKM) untuk masuk hotel, karena pasti tamu hotel itu cari buah tangan. Tidak perlu jauh-jauh bisa melihat potensi keberagaman UMKM di Jogjakarta. Kedepan juga akan berpromosi di hotel-hotel lainnya,” ujarnya. (dwi)

Ekonomi