RADAR JOGJA – Pada zaman modern seperti sekarang ini, dunia industri kuliner kian hari kian berkembang. Para pengusaha kuliner terus menunjukkan kreativitas dan memberikan inovasi pada produk mereka agar dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Silvia Maycella Yufica Chandra, S.T, MT bersama FX. Ricky Ferdinan Sutrisno, S.T, M.T dalam mengembangkan bisnis kulinernya dengan produk Black Kebab.

Nantinya Black Kebab akan hadir memeriahkan festival bisnis lisensi dan waralaba “Bizfest 2021”. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan RI, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Pehimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (Wali), dan Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) di Marchand Hype Station Emerald Bintaro pada 11-12 Desember mendatang.

Tak mau menyajikan produk yang biasa-biasa saja, sebagai owner Silvia dan Ricky berusaha memberikan pengalaman yang berbeda kepada masyarakat saat menikmati kebab. Pasalnya, tak seperti yang sudah banyak dijual di pasaran, kebab racikan Silvia dan Ricky ini memiliki warna hitam (black) pada kulit kebab sehingga berbeda dengan merek kebab lain.

Black Kebab membuka outlet untuk pertama kalinya di kawasan Babarsari, Sleman, Jogjakarta. Melihat antusias masyarakat yang tinggi, akhirnya Black Kebab membuka outlet keduanya di kawasan Mrican. Black Kebab terus berkembang hingga memiliki brand image yang baik dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Sejak saat itu, Silvia dan Ricky memutuskan untuk menjadikan Black Kebab sebagai bisnis franchise atau waralaba pada tahun 2016 dan tercatat hingga tahun 2021 sebanyak 218 mitra telah bergabung meluaskan pasar Black Kebab.

Sementara itu, merebaknya pandemi Covid-19 turut memberikan dampak pada beberapa outlet Black Kebab utamanya yang terdapat di mal. Pembatasan kegiatan masyarakat menjadikan para konsumen enggan pergi ke mal. Namun, belakangan outlet-outlet Black Kebab kembali ramai, terlebih Silvia dan Ricky juga melebarkan pemasaran dengan mendaftarkan Black Kebab pada layanan ojek online.

“Kami terus berkomitmen dalam menjaga kualitas produk. semua bahan yang digunakan bermutu tinggi sehingga konsistensi rasa dapat terus terjaga. Para pramuniaga juga diharuskan mematuhi protokol kesehatan secara ketat seperti menggunakan face shield dan masker,” ujar Ricky.

Tak jarang juga Black Kebab memberikan voucher dan diskon untuk terus menjaga konsumen lama sekaligus menarik datangnya konsumen baru. Hal inilah yang menjadikan Black Kebab mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat.

Tak heran, sejak dirintis pada  2015 Black Kebab mendapat dukungan langsung dari Kementerian Perdagangan RI dan terus mencetak prestasi. Pada tahun ini, Black Kebab genap mendapatkan 30 penghargaan sebagai The Most Innovative Award 2021 yang diberikan oleh Majalah Frenchise dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI).

“Semoga penghargaan ini sebagai kebanggaan kota Jogja karena Black Kebab berasal dari Jogja,” ujar Silvia saat ditemui Sabtu (4/12).

Black Kebab hadir dengan berbagai menu andalannya, seperti Black Champion, Kebab Tuna, dan Triple Cheese. Tak hanya fokus pada kualitas produk, kemasan pun dibuat berbeda dengan membubuhkan motif batik sebagai ciri khas sekaligus sebagai upaya Black Kebab dalam ikut serta mengenalkan batik ke pasar Internasional saat mengadakan pameran di luar negeri. (*/co1/ila)

Ekonomi