RADAR JOGJA – Pemanfaatan teknologi berbasis digital terus digalakkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Diantaranya adalah bidang logistik bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Berupa memaksimalkan digitalisasi teknologi dengan sebaik-baiknya.

Koordinator Inisiatif Sektor Strategis I Kemenkominfo Wijayanto mengatakan teknologi digital sudah menjadi kebutuhan pokok. Perannya dalam memajukan dunia industri sangatlah pentung. Terutama selama masa pandemi Covid-19, dimana transaksi berlangsung secara online.

“Jadi memang sudah waktunya UMKM bertransformasi digital dalam transaksi kesehariannya. Ini tidak mempersulit tapi justru sangat memudahkan apabila bisa mengoptimalkan,” jelasnya dalam Sosialisasi tentang Pemanfaatan Teknologi Digital Warehouse Pada Sektor UMKM di Sleman, Selasa (23/11).

Disatu sisi pihaknya juga terus memperbaiki sektor pelayanan publik. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital. Tujuannya agar target pendampingan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Sleman juga berjalan maksimal.

Dalam diskusi ini juga membahas industri go digital dan masyarakat melek digital. Salah satu wujudnya adalah digitalisasi logistik. Ini adalah bentuk upaya dalam mewujudkan bisnis berkonsep digital.

“Dengan digitalisasi logistik bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya, juga sustainable lingkungan,” katanya.

Sementara itu, CEO Lodi, Yan Hendry Jauwena menuturkan ada tujuh pilar e-commerce berbasis teknologi. Tiga diantaranya difasilitasi melalui aplikasi karya anak bangsa, Lodi. Berupa  platform pembayaran dan pengiriman.

Lodi, lanjutnya, bertujuan membantu penjual untuk memudahkan pengemasan order. Terlebih bagi penjual yang memanfaatkan berbagai platform marketplace. Sehingga proses transaksi lebih efisien dan cepat selesai.

“Kami tawarkan solusi, mengatasi persoalan agar UMKM bisa fokus produksi dan marketing saja, logistiknya bisa kami bantu dan seluruh prosesnya terakumulasi secara digital,” ujarnya.

Head of Commercial Lodi Adityas Muharam menuturkan perusahaannya telah beroperasi selama tiga tahun. Saat ini sudah memiliki 100 brand seller yang menjadi konsumen tetap baik warehouse atau pengiriman. Lodi juga melayani pengiriman 10 ribu hingga 12 ribu perhari.

“Mayoritas masih di wilayah Jabodetabek. Tapi kami sekarang kami mulai memperluas jaringan dan menyasar pasar DIJ dan Jawa Tengah, sasarannya mulai dari UMKM, bisnis menengah, sampai brand yang sudah besar,” katanya. (om9/dwi)

Ekonomi