RADAR JOGJA – Grab, aplikasi terkemuka di Asia resmi meluncurkan sebuah kolaborasi dengan salah satu perusahaan teknologi ternama di Indonesia. Kolaborasi bertujuan untuk menghadirkan kualitas udara dalam mobil yang lebih baik dan meningkatkan pengalaman berkendara. Wujudnya dengan pemasangan unit Air Purifier pada 2.000 unit kendaraan GrabCar Premium.

Kampanye pemasaran terintegrasi ini mulai coba diaplikasikan di Indonesia pada Februari 2021 selama dua bulan hingga April 2021 di Jakarta. Saat ini telah memperluas area ekspansi kampanye ke beberapa kota lainnya di Indonesia. Mulai dari Semarang, Solo, Bali dan Jogjakarta.

“Kampanye ini juga telah hadir di Jogjakarta setelah diluncurkan pada Agustus 2021. Grab melakukan pemasangan setidaknya 250 unit Air Purifier atau pembersih udara bertenaga USB dan berbentuk minimalis yang menyerupai gelas pada unit kendaraan GrabCar Premium di Jogjakarta,” jelas Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, Senin (8/11)

Peluncuran tersebut juga dilakukan bersamaan dengan inisiatif kampanye Back to Basic. Sebuah inisiatif dari Grab yang bertujuan untuk meningkatkan persepsi penumpang terhadap higienitas dengan memberikan seragam, tempat sampah, serta peralatan kesehatan kepada Driver pilihan.

Selain itu, Grab juga memberikan pelatihan bagi Driver untuk meningkatkan pelayanan selama berkendara. Kampanye Back to Basic diselenggarakan di Jogjakarta dan Kendari serta kota-kota lainnya di waktu mendatang.

“Kami menyadari bahwa COVID-19 telah berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan khususnya perilaku masyarakat dalam bepergian menggunakan transportasi umum maupun jasa kendaraan online,” katanya.

Oleh karena itu, Grab menyadari bahwa para pelanggan sangat mempertimbangkan aspek kebersihan dan higienitas unit kendaraan selama bepergian. Sehingga aksi ini adalah wujud kampanye GrabCar Protect bersama dengan pengadaan Air Purifier.

“Tujuan dari kampanye ini adalah untuk menciptakan ruang lingkup yang lebih aman, bersih, serta nyaman bagi para pelanggan kami khususnya di kawasan Jogjakarta,” tutur Neneng. (obi/om9/dwi)

Ekonomi